3 Rahasia Pernikahan Bahagia Sehidup Semati

Pernikahan bahagia adalah impian setiap pasangan. Walau rintangan mungkin akan banyak ditemui dalam komitmen jangka panjang ini, bahagia sepanjang pernikahan tetaplah menjadi tujuan yang akan berusaha dicapai. Dan ingatlah bahwa ini bukanlah hal yang mustahil. Untuk menggapainya, Anda mungkin dapat mengikuti tiga kunci pernikahan bahagia berikut ini.

move on cepat

SENANTIASA bahagia dalam pernikahan adalah dambaan setiap pasangan. Mungkin cita-cita ini terkesan mudah ketika Anda dan pasangan masih berada dalam fase bulan madu. Namun, seiring berjalannya hubungan dan masa bulan madu telah berlalu, kerikil atau konflik dalam pernikahan mungkin baru akan terlihat dan tiba-tiba cita-cita memiliki pernikahan bahagia tidak lagi semudah sebelumnya.

Yang jelas, jangan menyerah. Pernikahan bahagia adalah dambaan setiap pasangan dan Anda masih mungkin meraihnya. Berikut ini adalah kunci pernikahan bahagia yang kami kutip dari yourtango.com. Anda bisa mengikuti langkah-langkahnya untuk mencapai pernikahan impian.

Jadikan Pasangan Anda Prioritas

Salah satu kunci pernikahan bahagia adalah dengan menjadikan pasangan sebagai prioritas. Dan ini bukan ucapan di mulut saja. Selain mengatakannya, Anda perlu mendefinisikannya ke dalam tindakan. Misalnya, ketika Anda membuat janji dengan pasangan, tepatilah. Sesepele apapun janji itu.

Kalau Anda berjanji untuk membelikan deterjen sepulang kerja, lakukanlah. Percayalah bahwa tindakan menepati janji ini akan sangat dihargai oleh pasangan Anda.

Selain menepati janji, cara lain untuk menjadikannya prioritas adalah dengan menempatkan kepentingannya di atas kepentingan Anda. Saat membuat keputusan, Anda punya dua pilihan, yakni berlaku egois atau mengorbankan kepentingan diri. Pernikahan bahagia adalah pernikahan yang lazimnya ditempuh dengan cara mengorbankan.

Jadi, jika ingin mencapainya, korbankanlah kepentingan diri Anda untuk membahagiakan pasangan. Tak perlu yang sulit-sulit. Mengorbankan kepentingan diri bisa dicapai dengan hal sederhana, misalnya dengan menahan kantuk hanya agar dapat menyambut pasangan sepulang lembur.

Sadarilah bahwa Anda Berdua Harus Bekerja Sama

Pernikahan bahagia adalah pernikahan yang dicapai dengan kerja keras. Butuh usaha dari dua orang untuk mendapatkannya. Anda tak bisa mengharapkan usaha dari pasangan saja untuk mewujudkan pernikahan yang bahagia, tetapi Anda juga harus membantunya.

Pernikahan adalah petualangan dan Anda dan pasanganlah yang menjadi petualangnya. Tidak ada yang lebih tahu daripada yang lain. Keduanya sama-sama belajar dan butuh kesabaran yang tinggi untuk akhirnya mendapatkan hasil belajar yang baik. Prioritaskan komunikasi dan perencanaan bersama untuk mencapai pernikahan yang membahagiakan.

Ketahuilah bahwa Setiap Hubungan Memiliki Siklus

Pernikahan atau hubungan apapun tidak berisi hal-hal menyenangkan saja. Ada kalanya Anda dan pasangan merasa jengah satu sama lain. Dan ini jelas bukan pertanda bahwa Anda harus berpisah.

Dalam hubungan memang ada masa-masa seperti ini. Saat ini terjadi, janganlah lengah atau menyerah. Hang in there! Ketahuilah bahwa ini adalah siklus normal yang dialami oleh hampir setiap pasangan. Jangan panik dan jangan terburu-buru mengambil keputusan. Masa sulit itu akan berlalu.

Alih-alih menjadikannya masa terburuk. Anda bisa menjadikan momen ini sebagai peluang untuk berefleksi dan memperbaiki diri. Ketika Anda tidak terlalu banyak bicara dengan pasangan, coba gunakan waktu luang ini untuk memikirkan hal-hal positif apa yang telah Anda lakukan untuk diri sendiri. Adakah hal lain yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki kualitas diri, misalnya dengan mengikuti kelas memasak, crafting, atau bahkan parenting.

Yang pasti, ingatlah bahwa pernikahan bahagia tidak dicapai dalam satu malam. Butuh kerja keras selama bertahun-tahun untuk mencapainya. Dan ini tidak bergantung pada usaha satu orang saja, tetapi bergantung pada usaha bersama sebagai pasangan.

Baca juga: Hubungan Pernikahan Terasa Renggang? Selamatkan dengan 3 Langkah Ini

Be the first to write a comment.

Your feedback

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan