6 Kesalahan Komunikasi yang Bisa Mengacaukan Ikatan Pernikahan

Hubungan pernikahan yang sehat dan langgeng hingga maut memisahkan adalah impian setiap orang. Sayangnya, tak semua pernikahan berakhir demikian. Ada pernikahan yang harus bubar di tengah jalan karena persoalan tertentu. Namun, dari sekian banyak persoalan itu, tahukah Anda bahwa komunikasi dengan pasangan juga dapat menjadi faktor yang menentukan? Berikut kami berikan daftar 6 kesalahan komunikasi yang bisa membuat hubungan pernikahan jadi tak enak. Cermati dan jangan sampai Anda melakukannya.
komunikasi dengan pasangan
DI depan altar, janji untuk setia menemani di saat susah maupun senang terucap dari mulut pengantin pria maupun wanita. Seiring berjalannya waktu, ada pasangan yang dapat memenuhi janji ini, ada pula yang tidak.
Satu-satunya penyebab bukan karena ketidaksetiaan. Seringkali, faktor pengganggunya justru adalah hal-hal kecil yang datang dari diri sendiri, seperti gaya komunikasi dengan pasangan.
Ya, rupanya bentuk komunikasi dengan pasangan menjadi faktor krusial untuk membina hubungan pernikahan yang sehat. Ironisnya, seringkali faktor ini tak disadari oleh banyak pasangan menikah.
Agar Anda tak terjebak dalam situasi yang sama, berikut ini adalah 6 kesalahan komunikasi dengan pasangan yang membuat cita-cita hubungan pernikahan yang sehat sirna. Dikutip dari yourtango.com.

Bertengkar karena Masalah Finansial

Siapa bilang hubungan pernikahan hanya butuh cinta? Keuangan yang stabil juga diperlukan supaya hubungan pernikahan senantiasa langgeng. Banyak pasangan yang tak bertahan karena isu finansial. Dan ini dimulai ketika Anda tak puas dengan kondisi keuangan pasangan.
Dalam kondisi kekurangan atau berlebih, intinya diskusikan dengan pasangan. Jika Anda merasa pasangan terlalu boros, tawarkan diri untuk memanajeri keuangan rumah tangga. Jangan sampai memendam dalam hati lalu berujung pada pertengkaran.

Tidak Berkomunikasi dengan Cukup

Tahukah Anda apa yang lebih buruk daripada argumen? Jawabannya yakni tidak berkomunikasi sama sekali. Ketika Anda atau pasangan memutuskan untuk tidak lagi mengomentari, mengkritik, atau memberi saran kepada pasangan, itu artinya kalian berdua sudah menyerah untuk saling memahami. Kalau sudah begini, artinya perceraian tinggal hanya menghitung langkah.

Menunjukkan Permusuhan Satu Sama Lain

Berteriak, memaki, dan merendahkan pasangan jelas bukanlah cara komunikasi yang baik. Dengan melakukan hal ini, Anda memosisikan diri sebagai musuhnya dan bukan sebagai pendampingnya.
Maka, ketika Anda kecewa dengan tingkah laku pasangan, coba pahami posisinya. Dengan demikian, Anda akan lebih paham dengan tindakannya. Ingat, seberat apapun masalahnya, kalian ada di tim yang sama. Sudah menjadi tugas teman satu tim untuk bahu-membahu.

Memilih Jalan yang Berbeda

Sebelum menikah, Anda dan pasangan mungkin yakin berada di jalan yang sama dan menginginkan hal yang sama dalam hidup. Namun ingatlah, orang berubah. Bisa jadi di kemudian hari, Anda dan pasangan tumbuh menjadi pribadi yang berbeda dan beralih ke jalan yang berbeda.
Supaya ini tak mengacaukan pernikahan, diskusikan dengan pasangan. Mungkin saja masih ada irisan di antara jalan yang kalian pilih di mana pasangan masih dapat memegang peran.

Berbohong kepada Pasangan

Berbohong bukan hanya mengatakan hal yang berbeda dari kenyataan, menyembunyikan kenyataan pun adalah sebuah kebohongan. Di era medsos seperti ini, berhubungan dengan orang lain tanpa diketahui pasangan adalah hal yang rentan terjadi.
Tahan diri Anda supaya tidak melakukan hal ini. Jangan coba-coba membuka ruang bagi perselingkuhan. Katakan selalu hal yang sebenarnya pada pasangan.

Kurangnya Keintiman

Berkomunikasi tidak hanya lewat kata, tetapi juga lewat fisik. Kurangnya keintiman saat berkomunikasi, seperti menggenggam tangan atau berpelukan, dapat pula menjadi penyebab renggangnya suatu hubungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *