7 Kunci Mempertahankan Hubungan Pasca Perselingkuhan

Perselingkuhan bukanlah persoalan hubungan yang biasa. Kala pasangan berselingkuh, akan sangat sulit untuk memberinya kepercayaan lagi. Namun, jika Anda dan pasangan memutuskan untuk tetap bersama pasca badai perselingkuhan datang, ada trik yang mesti Anda lakukan untuk memperbaiki hubungan pasca perselingkuhan. Tujuh berikut ini di antaranya.

memperbaiki hubungan pasca perselingkuhan

PERMASALAHAN hubungan yang paling menyakitkan adalah perselingkuhan. Tak mengherankan bila banyak pasangan yang memutuskan untuk bubar jalan pasca menghadapi masalah ini. Namun, tak sedikit pula yang bertahan.

Saat memutuskan untuk tetap bertahan, tantangan berikutnya yang pasti dihadapi adalah membangun kepercayaan kembali. Memperbaiki hubungan pasca perselingkuhan tidak akan mudah karena Anda sudah pernah dikhianati.

Walau cara memperbaiki hubungan yang diterapkan pada satu pasangan belum tentu bekerja pada pasangan yang lain, ada beberapa cara umum untuk memperbaiki hubungan pasca perselingkuhan yang layak Anda coba. Dikutip dari bustle.com, berikut di antaranya.

Mulailah dengan Membangun Respect

Saat kepercayaan hilang, respect pun otomatis hilang. Nah, jika Anda ingin membangun kepercayaan lagi, mulailah dengan membangun respect. Ingatlah bahwa pilihan untuk tetap bersama adalah keputusan Anda juga. Maka, hilangkan kemarahan dan mulai lihat hubungan ini sebagai hubungan yang baru.

Beri Ruang untuk Masing-Masing

Setelah perselingkuhan terjadi, tak ada salahnya memberi ruang bagi masing-masing untuk merenung. Dengan tidak berkomunikasi untuk sementara waktu, pikiran dapat lebih jernih dan emosi pun akan mereda.

Baca juga: 7 Cara Menghindari Terjadinya Perselingkuhan dalam Relationship

Berusahalah Lebih Sabar

Bila Anda adalah pihak yang berselingkuh, sadarlah bahwa sakit hati akibat diselingkuhi tak hilang dalam satu atau dua hari. Jadi, jika pasangan Anda masih berlaku dingin, cobalah untuk sabar.

Jangan menekannya untuk melupakan kejadian perselingkuhan dengan cepat. Setiap orang butuh waktu dan proses untuk sembuh.

Datanglah ke Konselor bila Perlu

Jika hubungan yang dilanda bencana perselingkuhan adalah hubungan pernikahan atau hubungan yang sudah beranjak serius, bertahan mungkin menjadi tugas yang krusial. Dan mungkin Anda membutuhkan bantuan pihak ketiga untuk mengatasi amarah-amarah yang terpendam dan tak terucapkan.

Maka, datanglah ke konselor pernikahan bila perlu. Jangan sungkan meminta bantuan dari ahli untuk memperbaiki hubungan pasca perselingkuhan.

Terbukalah tentang Perasaan Satu Sama Lain

Salah satu ciri hubungan yang sehat adalah saling terbuka satu sama lain. Jangan memendam emosi pada pasangan. Katakanlah yang Anda rasakan tentangnya dan minta ia melakukan hal yang sama.

Dengan begini, Anda dan dia akan semakin dekat secara emosional. Pun, tak ada lagi perasaan yang disembunyikan sehingga dapat lebih memahami kondisi satu sama lain.

Perbaiki Pula Kehidupan Seks

Kembali rujuk bagi pasangan menikah yang dilanda perselingkuhan bukan hanya soal kembali dekat secara emosional, tetapi juga kembali dekat secara fisik. Di awal, mungkin akan terasa aneh bagi Anda untuk melakukan hubungan seks kembali dengannya.

Namun, cobalah terbuka tentang apa yang satu sama lain inginkan dalam hubungan seks. Dengan demikian, Anda dan dia akan lebih mudah mendapatkan kehidupan seks yang bahagia dan sehat.

Baca juga: Cara Memulihkan Hubungan setelah Perselingkuhan

Perbaiki Komitmen terhadap Satu Sama Lain

Masa-masa pasca perselingkuhan bukanlah masa yang mudah, apalagi telah ada kepercayaan yang dikhianati. Untuk membangun kepercayaan seperti sedia kala, baik Anda dan pasangan mesti memperbarui komitmen terhadap satu sama lain.

Selain berjanji untuk setia terhadap satu sama lain, berjanji pulalah bahwa Anda dan pasangan akan menetapkan hubungan kalian sebagai prioritas. Jika hubungan dilanda masalah, berjanjilah untuk terbuka membicarakannya, tak peduli seberapa besar hal itu membuat Anda tidak nyaman.

Be the first to write a comment.

Your feedback

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan