7 Perubahan Seksual yang Mungkin Dialami Pria di Usia Senja

Perubahan seksual pria lansia merupakan hal yang biasa terjadi. Kondisi ini disebabkan karena penurunan testosteron, hormon seks pria. Hal tersebut juga mempengaruhi kepuasan seksual pria di usia senja. Nah, apa saja sebenarnya perubahan seksual yang mungkin akan dialami oleh pria ketika memasuki usia senja?
kepuasan seksual pria di usia senja
KETIKA seorang pria lansia mengalami perubahan seksual, sejatinya hal tersebut bukan suatu hal yang mengkhawatirkan. Hal itu sangat lumrah terjadi dan dialami oleh sebagian besar pria yang mulai memasuki usia senja. Berikut ini adalah 7 hal yang mempengaruhi perubahan seksual pria lansia yang umumnya terjadi.

Berkurangnya Testosteron

Salah satu perubahan yang pasti dialami oleh pria lansia adalah berkurangnya kadar hormon testosteron di dalam dirinya. Kadar testosteron menurun ketika pria memasuki usia 60 tahun. Penurunan testosteron ini adalah salah satu penyebab berkurangnya kepuasan seksual pria di usia senja.
Meskipun masih menjadi kontroversi, terapi testosteron dianggap dapat menyelamatkan kualitas seks pria lansia. Pria dapat menstabilkan kadar hormon testosteronnya dengan meningkatkan massa otot melalui olahraga dan konsumsi makanan bernutrisi tinggi.
Baca juga: Cara Menyeimbangkan Hormon Testosteron

Penyakit Tertentu Mempengaruhi Kualitas Seksual

Kondisi kesehatan ternyata juga mempengaruhi perubahan seksual pria lansia. Contohnya, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi yang membuat arteri jadi lebih sempit dan keras, sehingga darah tidak dapat mengalir dengan lancar.
Tentu saja, hal ini berimbas pada kemampuan pria untuk mencapai ereksi karena ereksi bergantung pada kemampuan darah untuk mengaliri penis. Ubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Diabetes

Apakah pria diabetes memiliki kehidupan seksual yang normal? Sayangnya, ada fakta yang menunjukkan bahwa diabetes dapat mengakibatkan impotensi, yakni ketidakmampuan untuk berhubungan seks. Pria dengan diabetes memiliki risiko 3 kali lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi dibanding pria yang tidak memiliki diabetes.

Rasa Sakit

Sejumlah gangguan kesehatan, seperti artritis, nyeri punggung, dan herpes zoster menimbulkan rasa sakit tak tertahankan yang membuat seks menjadi tidak nyaman. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi mood, kebiasaan tidur, dan sikap sehari-hari. Akan tetapi, kondisi ini bisa disiasati dengan mengubah posisi seks atau berkonsultasi pada dokter untuk memberi resep obat pereda rasa sakit.

Inkontinensia

Inkontinensia adalah hilangnya kontrol kandung kemih yang dapat menyebabkan kebocoran urin alias mengompol. Kondisi ini memang sangat sering dialami oleh para lansia terutama saat sedang berolahraga, tertawa, dan batuk.
Tekanan ekstra pada kandung kemih Anda saat berhubungan seks bisa menyebabkan kebocoran atau inkontinensia. Pria dengan kondisi inkontinensia mungkin takut untuk berhubungan seks.
Namun untungnya, inkontinensia bisa dikendalikan melalui pendekatan medis. Kebocoran urin selama hubungan seks bisa tetap muncul tetapi kemungkinannya akan berkurang.

Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Jenis obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kepuasan seksual pria di usia senja. Beberapa macam obat yang dapat mempengaruhi kualitas seks pria lansia antara lain adalah obat hipertensi, diabetes, dan anti-depresan.
Baca juga: 8 Cara Mudah Menurunkan Tekanan Darah

Prostatektomi atau Bedah Prostat

Prostatektomi adalah operasi yang dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh prostat pria. Prosedur ini sering dilakukan untuk mengobati kanker prostat atau pembesaran prostat. Konsekuensi dari operasi ini bisa berupa inkontinensia atau impotensi. Sebelum menjalani prostatektomi, pastikan untuk berbicara dengan dokter Anda soal kehidupan seks yang akan dialami setelah prostatektomi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *