9 Sifat Ini Tandakan Si Dia Selalu Setia pada Anda

Kesetiaan adalah salah satu hal yang diharapkan ada pada calon pasangan. Dan tahukah Anda bahwa beberapa orang memang memiliki sifat lebih setia daripada yang lain? Cara mengenali ciri pacar setia mudah kok. Simak baik-baik saja tanda pasangan setia berikut ini. Jika ia menunjukkannya, niscaya ia tak akan berkhianat di belakang Anda.

tanda pasangan setia

DALAM hubungan romantis yang kompleks, kesetiaan adalah salah satu yang kerap dipertanyakan. Apakah si pacar setia? Apakah ia tak akan mengkhianati Anda? Itulah pertanyaan yang senantiasa berputar-putar di kepala.

Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa tanda pasangan setia yang sangat kentara pada diri seseorang. Dan jika peka pada tanda pasangan setia itu, tentu akan lebih mudah bagi Anda untuk memilih pasangan potensial. Simpel saja. Orang-orang yang tidak memiliki ciri pacar setia ya harus dihapus dari daftar.

Cukup pertimbangkan orang-orang yang memiliki tanda pasangan setia. Jika sudah tahu ciri pacar setia, maka bagus untuk Anda. Nah, jika belum tahu, perhatikan ciri-ciri berikut, yang kami kutip dari bustle.com.

Punya Pandangan Positif tentang Hidup

Bukan hanya karena menyenangkan untuk diajak bicara, orang yang punya pandangan positif tentang hidup biasanya lekat dengan kesan positif dan setia. Pun, orang yang positif akan selalu melihat pasangannya dengan cara positif sehingga kerap puas dan bersyukur tentang keberadaan pasangannya.

Dengan demikian, ia akan enggan untuk “jajan” di tempat lain. Ini juga berkaitan dengan caranya menyelesaikan masalah. Ketika masalah dalam hubungan muncul, orang yang positif akan menangani masalah dengan positif pula.

Punya Keinginan untuk Berkomitmen

Ini adalah salah satu tanda yang jelas. Pasangan yang setia adalah pasangan yang tidak takut menyatakan keinginannya untuk berkomitmen dengan Anda.

Tidak Takut terhadap Rutinitas

Orang yang mudah bosan dengan rutinitas rentan terhadap perselingkuhan. Pasalnya, ia akan terus-menerus mencari hal baru. Jika pasangan Anda tak takut pada hal-hal rutin seperti menelepon atau menjemput Anda setiap hari, ia berpotensi besar resisten terhadap perselingkuhan.

Ia Menoleransi Ketidakpastian

Ciri orang setia berikutnya adalah dapat menoleransi hal-hal yang tidak pasti. Ini berarti ia bisa berlaku fleksibel ketika terjadi perubahan mendadak pada Anda.

Ia Berempati

Yap, orang yang mudah berempati lebih mudah berlaku setia. Sebab, hubungan jangka panjang menuntut pemahaman emosi yang mendalam. Jika ia tak bisa berempati, maka ia akan sulit memahami kondisi Anda.

Dia Memahami Dirinya dengan Baik

Ketika seseorang memahami dirinya sendiri dengan baik, ia pun akan dengan mudah merasa nyaman dalam sebuah hubungan. Ia jadi lebih mudah beradaptasi dan juga tak takut mencoba hal baru dengan pasangan. Ini pun ada kaitannya dengan kepercayaan diri.

Orang yang memahami diri dengan baik akan memiliki rasa percaya diri dengan baik. Dengan demikian, ia tak akan terlalu bergantung pada pasangan untuk memvalidasi dirinya. Ia tak meletakkan kepuasan dirinya di tangan pasangan sehingga akan lebih mudah baginya untuk merasa puas dengan pasangannya.

Mudah Sembuh dari Kekecewaan

Hubungan jangka panjang rentan dengan kekecewaan dan kemarahan. Oleh karena itu, baik Anda maupun pasangan haruslah mudah sembuh dari kekecewaan. Bila tidak, akan sangat rentan bagi Anda dan si dia untuk selalu mencari hubungan baru yang lebih memuaskan dan tidak ada kekecewaan di dalamnya.

Bisa Diandalkan

Nah, orang yang setia adalah orang yang dapat diandalkan. Ini berarti dia menepati janjinya dan melakukan apa yang dia katakan.

Dia Mengomunikasikan Keinginannya dengan Baik

Orang yang mampu berkomunikasi dengan baik akan mudah menyampaikan kebutuhannya kepada pasangan. Sebaliknya, orang yang buruk dalam berkomunikasi mungkin akan sulit menyampaikan keinginannya. Dan ketika pasangan tak mampu memahaminya, orang ini akan cenderung mencari pemuasan di luar hubungan yang sedang dijalani.

Be the first to write a comment.

Your feedback

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan