9 Tanda Anda Perlu “Break” Dulu dengan Si Dia

Perbedaan break dan putus terletak pada tujuannya. Putus berarti Anda dan pasangan sepakat untuk tidak lagi membina hubungan, sedangkan break lebih bertujuan untuk mengevaluasi kembali hubungan Anda dan pasangan. Selama waktu break pacaran, Anda maupun pasangan mungkin berharap dapat menyegarkan kembali perasaan sayang pada satu sama lain sehingga hubungan lebih kuat daripada sebelumnya. Pertanyaannya, dalam kondisi seperti apa Anda mesti mempertimbangkan break dengan pasangan? Poin-poin ini mungkin bisa jadi jawabannya.

perbedaan break dan putus

YANG namanya sebuah hubungan pasti ada saja permasalahannya. Entah itu waktu bertemu yang jarang, miskomunikasi, salah paham, perbedaan pendapat, dan lainnya. Permasalahan-permasalahan ini tentu saja dapat diatasi dengan baik jika Anda dan pasangan saling membicarakannya.

Namun, ya, setiap diskusi tidak selalu menghasilkan solusi yang baik. Potensi permasalahan berujung pada jalan buntu pasti ada. Jika ini yang terjadi pada Anda dan pasangan saat ini, mempertimbangkan break dengan pasangan mungkin bisa jadi jawaban.

Break tidak sama dengan putus. Perbedaan break dan putus tentu sangat besar karena menyangkut tujuan perpisahan itu sendiri. Break berarti Anda masih memberi hubungan kalian kesempatan untuk terus berlanjut.

Waktu break pacaran digunakan masing-masing orang untuk berefleksi sebelum memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikan kembali hubungan. Dikutip dari bustle.com, ini dia tanda-tanda Anda mesti break dengan si dia.

Hubungan Kalian “On-Off”

On-off berarti hubungan kalian tidak berjalan dengan konsisten. Satu hari hubungan kalian bisa berjalan dengan manis, tetapi di hari lain kalian bisa tidak saling bertegur sapa satu sama lain. Pertimbangkan masa break untuk menemukan kembali tujuan kalian membina hubungan.

Kalian Mencapai Jalan Buntu

Ada beberapa topik yang mungkin saja mencapai jalan buntu. Entah itu soal agama, finansial, atau lainnya. Ketika menemui jalan buntu ini, baik Anda dan pasangan mungkin perlu waktu untuk memutuskan kembali apakah topik ini merupakan hal krusial yang mesti disetujui bersama. Beri sedikit ruang bagi masing-masing untuk memikirkannya secara privat.

Benarkah Ada Koneksi di antara Kalian?

Passion dapat membuat orang buta. Gairah seks bisa membuat kalian lupa akan segalanya. Benarkah kalian cocok satu sama lain? Beri sedikit waktu untuk menemukan jawabannya.

Anda Terus-Menerus Menghindarinya

Entah mengapa Anda tampak tak berminat untuk bertemu dengannya. Dan tanpa alasan yang jelas, Anda terus meminta waktu untuk sendiri. Bisa jadi sebenarnya Anda memiliki masalah dengannya, tapi tak tahu apa. Break bisa dicoba untuk menghadapi persoalan seperti ini.

Takut Memulai Pertengkaran

Hubungan seharusnya membuat nyaman. Jika dalam hubungan Anda takut salah bicara karena tak mau menimbulkan pertengkaran, maka sebaiknya hubungan kalian diistirahatkan.

Anda Memiliki Hidup Tanpa Dia di Dalamnya

Menjadi independen dan memiliki aktivitas tanpa pasangan Anda terlibat di dalamnya adalah hal bagus. Namun, bagaimana jika Anda sengaja menghindarinya dan ternyata lebih nyaman menjalani hidup tanpa dia?

Jika Anda sampai pada titik ini, maka Anda mungkin perlu mencoba break untuk benar-benar merasakan hidup tanpa dia. Does it feel better or not?

Anda Membenci Dia

Perasaan benci tidak seharusnya ada di dalam hubungan. Itu bisa menjadi racun bagi hubungan. Bila Anda mulai merasakannya dan membayangkan hidup dengan orang lain, maka break patut dicoba.

Anda Tidak Merasa Didengarkan

Tidak merasa dihargai atau didengarkan adalah hal yang berbahaya dalam hubungan. Karena itu, jika ini terjadi pada Anda, break bisa jadi jawabannya. Selama break, pikirkan apa yang telah dan akan Anda dapatkan dari hubungan ini.

Tidak Memenuhi Ekspektasi Satu Sama Lain

Perbedaan break dan putus terletak pada kemungkinan untuk rujuk kembali. Potensi rujuk setelah break jelas lebih besar karena tujuan break memang untuk mengevaluasi hubungan, termasuk ketika salah satu orang tidak memenuhi ekspektasi yang lain. Pertimbangkan dan rancang ulang kembali hubungan Anda selama masa break.

Be the first to write a comment.

Your feedback

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan