Amankah Konsumsi Viagra bagi Pria dengan Masalah Jantung?

Sebagai solusi disfungsi ereksi termudah, Viagra memang enjadi bintang di kalangan pria dewasa. Namun sama seperti obat-obatan pada umumnya, obat kuat pria ini memiliki kandungan kimia yang mungkin tak cocok bagi individu dengan kondisi medis tertentu, termasuk penyakit jantung.
viagra untuk penyakit jantung
DARI masa ke masa, obat kuat Viagra (sildenafil) memang terus mengalami revolusi. Namun benarkah kalau Viagra berbahaya bagi pengidap jantung? Faktanya, Viagra aman untuk sebagian besar pasien jantung. Meski dianggap aman, obat kuat ini tetap memiliki efek samping bagi penderita jantung dengan kondisi tertentu.

Efek samping konsumsi sildenafil

Pada dasarnya, sildenafil memiliki 2 efek pada pasien jantung. Pertama, obat ini dapat menurunkan tekanan darah, dan kedua, sildenafil dapat berinteraksi dengan nitrat.
Di samping itu, sildenafil juga merupakan vasodilator (obat yang dapat melebarkan pembuluh darah) dan sebagai konsekuensinya, ini membuat tekanan darah sistolik turun, rata-rata sebesar 8 mmHg. Pada kebanyakan pasien jantung (termasuk yang dirawat dengan obat-obatan antihipertensi), efek ini tidak menimbulkan masalah.
Berbagai studi bahkan mendapati insiden efek samping akibat menurunnya tekanan darah seperti pusing atau pingsan tidaklah lebih tinggi pada pengguna sildenafil yang juga minum obat antihipertensi.
Meski demikian, efek vasodilator dari sildenafil bisa berbahaya bila dikombinasikan dengan obat nitrat yang juga bersifat sama. Obat ini umumnya dikonsumsi penderita jantung arteri koroner.
Pasien yang mengonsumsi keduanya, baik nitrat maupun sildenafil, rawan terkena hipotensi (tekanan darah rendah) akut dan sinkop (pingsan). Karenanya, penderita jantung yang mengonsumsi nitrat sebaiknya tidak minum sildenafil. Begitu pula dengan mereka yang minum sildenafil dalam 24 jam terakhir, ada baiknya tidak minum nitrat.
Baca juga: Ini Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Viagra
Ketika sildenafil pertama kali diluncurkan akhir tahun 1990an, berbagai laporan kasus serangan jantung dan kematian mendadak setelah minum obat ini menghiasi berbagai media. Berbagai studi yang dilakukan sesudah itu mendapati, sildenafil pada pasien jantung arteri koroner (yang tidak minum nitrat) bukanlah penyebabnya.
Tentu saja, sildenafil lebih dapat ditoleransi pasien jantung arteri koroner yang parah sekalipun, dengan catatan: selama mereka tidak memiliki iskemia (masa di mana otot jantung tidak mendapatkan asupan darah cukup, kondisi ini sering ditandai dengan sakit dada), aktif, dan tak mengonsumsi nitrat.
Meski begitu, ada beberapa akibat berbahaya bila tekanan sistolik turun akibat sildenafil. Pasien gagal jantung yang juga mengalami tekanan darah rendah bisa semakin buruk kondisinya kalau hipotensi yang dialaminya semakin parah. Selain itu, gejala yang dirasakan pasien kardiomiopati hipertrofik juga lebih terasa bila tekanan darah sistolik mereka menurun.

Kesimpulannya

Terkait penggunaan Viagra untuk penyakit jantung, pihak American College of Cardiology dan American Heart Association sepakat bahwa sildenafil aman untuk penderita jantung arteri koroner stabil yang tidak mengonsumsi nitrat. Nitrat di sini meliputi semua bentuk dari nitrogliserin (obat larut dalam mulut atau kulit, spray, dll) serta isosorbide mononitrate, isosorbide dinitrate, pentaerythritol tetranitrate, erythritol tetranitrate, dan amyl nitrate.
Hal lainnya adalah meski di masa lalu nitrat merupakan dasar bagi terapi penyakit arteri koroner, namun sekarang tidak lagi.
Pasien yang menjalani pengobatan nitrat dan berharap bisa minum sildenafil, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang solusi lain untuk penyakit jantung mereka. Selain mereka, masih ada golongan pasien jantung lain yang juga dilarang minum Viagra, di antaranya:

  1. Penderita arteri koroner yang tidak stabil
  2. Pasien arteri koroner dengan iskemia aktif (mereka yang termasuk golongan 1 dan 2 ini jelas harus tetap berada dalam kondisi stabil. Nanti begitu sudah stabil, maka mereka baru boleh menggunakan sildenafil)
  3. Pasien gagal jantung yang juga menderita tekanan darah rendah
  4. Penderita kardiomiopati hipertrofik
  5. Pasien yang menjalani pengobatan kompleks untuk tekanan darah tinggi

Selain beberapa golongan di atas, sildenafil dianggap obat kuat pria aman untuk jantung.
Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Obat Kuat Pria Viagra?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *