Awas, 6 Infeksi Ini Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran!

Ladies, tahukah Anda kalau infeksi bakteri dan virus tertentu dapat meningkatkan risiko keguguran awal kehamilan? Lantas bagaimana cara menyehatkan kandungan agar tragedi semacam ini tak perlu sampai terjadi? Mari kita simak jawabannya melalui ulasan berikut.
risiko keguguran awal kehamilan
JANGAN anggap remeh infeksi vagina yang mungkin kini sedang dialami, apalagi jika Anda sedang berencana untuk hamil. Faktanya, beberapa infeksi di bawah ini berpotensi meningkatkan risiko keguguran awal kehamilan. Apa sajakah itu?

1. Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis (BV) merupakan salah satu infeksi vagina yang paling umum dialami kaum hawa. Gejalanya meliputi munculnya aroma tak sedap atau amis, sensasi perih setelah berhubungan intim, serta keluarnya cairan putih atau keabuan dari organ keintiman. Sayangnya, tak semua perempuan mengalami gejala BV yang disebutkan tadi, beberapa bahkan tidak merasakan apapun.
Yang lebih memprihatinkan adalah beberapa hasil studi menjumpai adanya kaitan erat antara BV dengan keguguran, baik itu pada trimester pertama maupun kedua. BV digadang-gadang juga meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Meski begitu, hingga kini para ahli masih menyelidiki mengapa BV bisa memicu keguguran.
Karena gejalanya bisa muncul maupun tidak, Anda harus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sedang mengidap BV ataukah tidak. Ini sebagai salah satu upaya untuk menyehatkan kandungan, khususnya untuk yang ingin segera hamil.
Sebelum mengeluarkan diagnosis, dokter kandungan akan mengambil sampel cairan vagina lalu mengamati ada-tidaknya bakteri penyebab BV (anaerob) di dalamnya. Jika hasil tesnya positif, penggunaan krim vagina yang mengandung antibiotik bisa membantu menyembuhkan infeksinya.

2. Klamidia

Mengidap klamidia dan penyakit seksual lain berpotensi meningkatkan risiko radang panggul (PID). Sayangnya, PID merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kehamilan ektopik (di luar kandungan). Gejala radang panggul antara lain sakit atau rasa tidak nyaman di area panggul, serta demam.
Alasan mengapa klamidia mampu meningkatkan risiko keguguran awal kehamilan adalah karena bakteri pemicunya mampu menghambat respon imun tubuh. Oleh sebab itu, jangan abaikan ciri-ciri klamidia berikut:

  • Keluarnya cairan dari kemaluan
  • Vagina sakit dan gatal
  • Dubur terasa sakit
  • Munculnya cairan dan rasa sakit selama berhubungan intim atau buang air kecil

Namun sama seperti BV tadi, ada juga penderita klamidia yang tidak mengalami gejala di atas. Satu-satunya cara untuk mendeteksi keberadaan penyakit ini adalah melalui tes (dengan mengambil sampel cairan vagina atau tes darah).
Bila hasilnya positif (mengidap klamidia atau radang panggul), maka perawatan menggunakan antibiotik harus dilakukan sesegera mungkin. Jangan sampai penyakit seksual ini tidak dirawat apalagi hingga jangka waktu lama, karena berpotensi menyebabkan radang kronis.

3. Foodborne infections (infeksi dari makanan yang terkontaminasi)

Beberapa tipe bakteri yang berpotensi meracuni makanan seperti Listeria dan Salmonella, ternyata juga mampu menyebabkan keguguran. Listeria biasanya ditemukan dalam keju yang tidak dipasteurisasi atau daging olahan. Bakteri inilah yang memicu penyakit Listeriosis. Sedangkan Salmonella umumnya ada dalam unggas, daging merah, serta telur mentah.

4. Toksoplasmosis

Kotoran kucing bisa mengandung bakteri Toxoplasma gondii. Inilah alasan mengapa ibu hamil dilarang membersihkan kotoran kucing. Bakteri ini mampu menimbulkan penyakit toksoplasmosis yang menyebabkan keguguran atau bayi cacat lahir.

5. Parvovirus B19 (Fifth Disease/Penyakit Kelima)

Parvovirus B19 bisa meyebabkan penyakit ringan yang disebut Penyakit Kelima. Gangguan kesehatan ini umumnya dialami anak-anak dan sifatnya ringan saja. Sedangkan kebanyakan orang dewasa biasanya sudah kebal karena pernah mengidapnya waktu kanak-kanak dulu.
Parvovirus B19 dapat menyebabkan hidrops fetalis (kondisi berbahaya dimana ada timbunan cairan dalam janin) bila ibu hamilnya tidak kebal terhadap virus ini. Menurut CDC, kurang dari 5% perempuan yang terinfeksi Parvovirus B19 ketika hamil mengalami keguguran.

6. Rubella

Rubella atau campak Jerman dapat membuat bayi cacat lahir jika seorang perempuan mengidapnya saat sedang hamil trimester pertama. Walau berisiko memicu keguguran, namun untungnya, penyakit ini dapat dicegah melalui vaksin.
Demikianlah tadi 6 infeksi yang patut diwaspadai setiap perempuan, khususnya yang sedang berusaha punya momongan. Semoga bermanfaat!

Ice cream lover. Knows everything about movies, knows a little about everything else.

Be the first to write a comment.

Your feedback

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan