Awas, Jangan Sampai Metode Kontrasepsi Anda Gagal!

Ada banyak kehamilan yang tak direncanakan terjadi. Ironisnya, hampir separuh kehamilan yang tak direncakan terjadi pada wanita yang sebenarnya menggunakan alat kontrasepsi. Mengapa program KB gagal? Pelajari penyebabnya supaya Anda dan pasangan tak mengalami hal yang sama.
mengapa program kb gagal
PERAN alat kontrasepsi dalam mengatur rencana kehamilan adalah hal yang krusial. Maka idealnya, Anda dan pasangan tak memilih berdasarkan preferensi atau suara hati saja. Ada data statistik juga rekomendasi dari dokter berdasarkan kondisi kesehatan dan aktivitas Anda untuk dipertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan alat kontrasepsi yang tepat.
Sayangnya, tidak semua alat kontrasepsi berakhir sempurna. Suntik KB misalnya memiliki angka kegagalan sebesar 2 hingga 4%.  Sementara itu, alat KB oral memiliki angka kegagalan sebesar 9%. Kegagalan kondom sebesar 15% dan kegagalan spermisida sebesar 28%. Data-data ini diambil dari verywell.com.

Mengapa Alat Kontrasepsi Bisa Gagal?

Mengapa program KB gagal? Ini adalah pertanyaan yang banyak dilontarkan pasangan saat memilih alat KB. Penyebabnya sangat kompleks dan bervariasi tergantung alat KB yang Anda gunakan.
Pada KB pil misalnya, konsistensi dan kedisiplinan adalah dua hal utama yang mesti dijaga. Kegagalan program KB satu ini dapat terjadi ketika pihak wanita lupa mengonsumsi pil. Tak hanya saat hendak berhubungan seks, tetapi juga saat-saat lainnya dalam satu siklus.
Baca juga: Lupa Minum Pil KB? Lakukan Langkah Ini
Jika ada satu saja kesempatan di mana Anda lupa mengonsumsi pil, maka ada kemungkinan kehamilan akan terjadi. Sementara itu, kegagalan kondom bisa disebabkan oleh kebocoran yang tak diketahui sehingga sperma bocor dan mengalir ke rahim. Untuk IUD atau Spiral, kehamilan bisa saja terjadi ketika alat ini bergeser.

Tips Agar Alat Kontrasepsi Tak Gagal

Supaya pertanyaan mengapa program KB gagal tak terulang, ada berbagai cara yang bisa Anda dan pasangan lakukan untuk mencegahnya. Mungkin keberhasilannya tak bisa dijanjikan 100%. Hanya saja, risiko kehamilan yang tak direncanakan bisa diturunkan.
Hal pertama adalah konsisten. Dalam hal ini, Anda dan pasangan dapat saling bahu-membahu. Bukan hanya pihak wanita yang wajib mengingat jadwal penggunaan alat kontrasepsi, untuk pil dan suntik, pihak pria pun demikian. Jika dua pihak saling membantu dan mengingatkan, risiko kehamilan tak direncanakan bisa dihindari.
Hal kedua adalah mengikuti prosedur kontrasepsi secara detail dan hati-hati. Penggunaan alat kontrasepsi bukanlah hal yang tepat jika Anda ingin bermain-main dengan aturan. Ketiga, perhatikan obat yang Anda konsumsi. Beberapa obat dan antibiotik dapat mengurangi efek alat kontrasepsi.
Maka dari itu, saat menebus resep, tanyakan apoteker tentang efek obat dan antibiotik terhadap alat kontrasepsi yang sedang dipakai. Jika memang efeknya buruk dan tidak ada obat lain sebagai alternatif, Anda dan pasangan dapat menggunakan kondom saat berhubungan seks untuk berjaga-jaga.
Keempat, ketahuilah masa kesuburan Anda atau pasangan. Di masa subur, risiko kehamilan meningkat. Gunakan kondom atau alat kontrasepsi lainnya yang dapat mencegah sperma masuk ke sel telur sebagai perlindungan lapis ganda di samping alat kontrasepsi utama.
Kelima, jika IUD adalah alat kontrasepsi yang Anda gunakan, cek selalu kondisinya setiap bulan. IUD bisa saja bergeser tanpa Anda sadari.
Baca juga: Waspada IUD Bergeser, Ini 8 Tandanya!

Gunakan Alat Kontrasepsi Darurat

Jika memang kehamilan sangat membahayakan kondisi Anda terkait kesehatan, pil kontrasepsi darurat (kondar) bisa jadi pilihan. Kondar berfungsi untuk mencegah ovulasi sehingga kehamilan tidak terjadi. Alat ini biasanya berupa obat yang dapat Anda konsumsi setelah berhubungan seks tanpa proteksi.
Misalnya, Anda dan pasangan tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks atau baru sadar telah lupa mengonsumsi pil. Ada rentang waktu 72 jam setelah berhubungan seks sebelum akhirnya pembuahan terjadi. Konsumsi kondar dapat menurunkan probabilitas pembuahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *