Benarkah Pakai IUD Bisa Turunkan Risiko Kanker Serviks?

Belakangan ini, dunia medis dihebohkan dengan penemuan baru yang menyatakan bahwa pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan memakai IUD. Lantas bagaimana cara kerjanya, dan apa pula hubungan IUD dengan kanker serviks?
pencegahan kanker serviks
ANDA mungkin sudah membuktikan kalau IUD sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Fakta di lapangan mendapati, kurang dari 1% perempuan saja yang kebobolan (hamil) ketika memakai alat kontrasepsi ini.
Menariknya, hasil riset baru-baru ini menjumpai bahwa IUD juga bisa mencegah kanker serviks. Bila benar, tentunya ini merupakan berita gembira khususnya bagi perempuan yang tak sanggup membayar biaya vaksin HPV. Walau tak semua wanita yang terinfeksi HPV pasti mengidap kanker serviks, tapi virus inilah yang menjadi penyebab utama penyakit mematikan tersebut.
Melalui review sistematis dan meta-analisa bertajuk “Intrauterine Device Use and Cervical Cancer Risk” pada Desember 2017 lalu, Cortessis dan beberapa rekannya menilik 16 studi kelas atas. Data yang dikumpulkan dari berbagai studi tersebut mewakili 12.482 perempuan yang terbagi menjadi 2 kelompok: 7537 perempuan sehat dan 4945 penderita kanker serviks.
Setelah memeriksa berbagai variabel mulai dari berapa besar kemungkinan infeksi HPV dan kanker serviks pada populasi tertentu, para ahli mendapati bahwa penyakit ini hanya menjangkit kurang dari 1/3 pengguna IUD.

Cara kerja IUD

Karena vagina terhubung langsung dengan rahim melalui serviks, maka dokter akan menggunakan spekulum dan alat khusus untuk memasukkan IUD ke dalam rahim lewat vagina. Menurut Current Medical Diagnosis & Treatment 2018, berikut adalah waktu pemasangan IUD terbaik:

  • Selama atau setelah haid
  • Pertengahan siklus untuk mencegah implantasi
  • Setelah siklus jika pasien tak jadi hamil
  • Segera setelah postabortal dan postpartum

Bagaimana cara kerja IUD-nya? Itu semua tergantung dari jenis yang dipilih.

  1. KB IUD tembaga – memengaruhi rahim agar menghasilkan cairan tertentu yang bisa membunuh sperma.
  2. IUD hormonal (Progestatert) – mengeluarkan hormon yang memiliki efek spermisida (pembunuh sperma).
  3. IUD Mirena bekerja dengan tahapan sebagai berikut:
  • Menebalkan lendir serviks agar sperma tak bisa berenang masuk rahim
  • Menghalangi sperma supaya tak sampai mencapai atau membuahi sel telur
  • Menipiskan lapisan dinding rahim

Meski zaman dulu IUD bisa menyebabkan radang panggul dan ketidaksuburan, namun produk keluaran terbarunya sudah lebih aman. Selain lebih efektif, IUD modern juga lebih minim efek samping.
Akan tetapi sayangnya, IUD tidak disarankan bagi perempuan yang berisiko tinggi terinfeksi penyakit menular seksual atau endokarditis bakterial. Selain itu, alat kontrasepsi ini mungkin juga tak efektif bagi penderita miom karena penyakit ini berpotensi mengubah bentuk rongga rahim.
Baca juga: Sudah Pakai IUD? Pasti Anda Paham 11 Masalah Ini

Pencegahan kanker serviks dengan IUD?

Meski cara kerja detil pencegahan kanker serviks dengan IUD masih belum jelas, namun ada beberapa hipotesis berbeda mengenai hal ini.

  1. Penempatan IUD dapat memengaruhi sistem imun untuk mengatasi infeksi HPV dan bibit luka kanker yang belum invasif. Secara spesifik, IUD ditempatkan di zona transformasi (perbatasan eksoserviks dan endoserviks), area dimana kanker serviks berkembang. Penemuan yang mendukung hipotesis pertama ini mendapati bahwa luka kanker serviks berkembang lebih cepat pada perempuan yang imunokompromais. Tak hanya itu saja, para ahli juga menjumpai kondisi pasien (yang luka kankernya dihilangkan) jauh lebih baik jika jaringan kulit yang ditumbuhi luka tersebut mengandung CD4+ sel T dan CD11C+ sel dendritik. Kehadiran sel-sel yang merupakan jenis limfosit (sel darah putih) tersebut mengindikasikan adanya infiltrasi imun.
  2. Hipotesa lainnya menurut Cortessis dan rekannya adalah seiring berjalannya waktu, reaksi inflamasi akibat pemasangan atau pencopotan IUD membuat sistem imun lendir di serviks lebih kuat.

Meski kedua dugaan tadi berbeda, tapi intinya pemasangan atau pencopotan IUD dapat merusak sel-sel kanker.

Sekilas soal kanker serviks

Kanker serviks merupakan jenis kanker ginekologis yang paling banyak terjadi. Penyakit ini juga menduduki peringkat ke-3 untuk jenis kanker paling umum di dunia. Pihak International Agency for Research on Cancer memperkirakan tahun 2030 nanti, akan ada 710.000 kasus kanker serviks dan 383.000 kematian akibat kanker ini setiap tahunnya.
Seperti disampaikan tadi, penyebab utama kanker serviks adalah HPV. Namun tunggu dulu, masih ada beberapa faktor risiko lainnya seperti:

  • Obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Minimnya pengetahuan/ rendahnya pendidikan
  • Pertambahan usia
  • Jumlah kehamilan
  • Kemiskinan
  • Kombinasi kontrasepsi oral
  • Pernah berhubungan intim dengan lebih dari 1 pasangan
  • Imunosupresi

Karena kanker serviks tahap awal jarang menunjukkan gejala, maka hanya dokter yang bisa mendeteksi keberadaannya melalui tes Pap Smear dan screening HPV. Tak jarang pula, diagnosa kanker serviks membutuhkan tindakan biopsi serviks (kolposkopi).
Secara umum, kanker serviks stadium awal dapat disembuhkan dengan menghilangkan luka kankernya lewat prosedur bedah. Namun bila stadiumnya sudah akut, maka biasanya butuh kemo-radiasi untuk menanganinya. Untuk mencegah kanker ini, perempuan diimbau melakukan vaksin HPV sekaligus check up rutin.
Baca juga: Positif HPV Apakah Berarti Akan Terjangkit Kanker Serviks?

Kesimpulannya

Mungkin masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa “ya, IUD dapat mencegah kanker serviks”. Riset lebih lanjut terkait jenis IUD mana yang terbaik untuk tujuan inipun, juga masih harus terus dilakukan. Walau sebagian besar partisipan dalam riset menggunakan IUD non-hormonal, namun para ahli tidak mempunyai informasi cukup untuk membandingkan keefektifan antara IUD tembaga dengan hormonal.
Lebih dari itu, ada faktor lain yang masih perlu diselidiki seperti durasi penggunaan IUD, atau berapa usia seseorang ketika alat tersebut dipasang. Ini semua pasti turut memengaruhi tingkat keefektifan IUD dalam menghambat kanker serviks.
Karena studi terkait IUD turunkan risiko kanker serviks masih banyak kekurangan, namun tak ada salahnya menggunakan alat kontrasepsi ini untuk mencegah kehamilan bukan?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *