Gairah Seks Menurun? Mungkin Penyakit Tiroid Penyebabnya

Tahukah Anda kalau salah satu penyebab gairah seksual menurun adalah karena penyakit tiroid?! Untuk tahu bagaimana cara mengatasi gejala penyakit tiroid ini, mari kita simak ulasan berikut.
penyebab gairah seksual menurun
KALAU selama ini Anda terus mencari tahu apa kira-kira penyebab hasrat seksual menurun dan belum menemukannya, maka coba lakukan pemeriksaan tiroid. Siapa tahu penyakit tiroid yang jadi penyebabnya.

Sebenarnya apa saja sih penyebab gairah seks menurun itu?

Diperkirakan beberapa faktor fisik di bawah ini menjadi penyebab gairah seksual menurun pada 30% pria dan 10% wanita:

  • Disfungsi tiroid
  • Ketidakseimbangan hormon, biasanya estrogen dan testosteron
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Diabetes
  • Penyakit vaskular
  • Kerusakan saraf
  • Infeksi
  • Gangguan neurologi
  • Gangguan ginjal atau hati (liver)
  • Penyakit ginekologi/kandungan pada wanita
  • Gangguan prostat pada pria
  • Efek obat tertentu seperti antidepresan

Baca juga: Awas, Diabetes Bisa Sebabkan Disfungsi Seksual pada Wanita!
Selain gangguan fisik tadi, penyebab gairah seksual menurun lainnya juga bisa karena faktor psikologis, seperti:

  • Stres
  • Kegelisahan
  • Khawatir kalau performa seksual kurang baik
  • Masalah dalam hubungan
  • Perasaan bersalah
  • Depresi
  • Bermasalah dengan body image
  • Memiliki trauma terkait hal seksual

Bagaimana gejalanya?

Baik pria maupun wanita, keduanya bisa mengalami gangguan seksual, dan ini biasanya terbagi menjadi 4 ciri:

  1. Rendahnya minat seksual
  2. Tidak bergairah
  3. Tidak bisa atau sangat lambat untuk mencapai klimaks (orgasme)
  4. Kesakitan saat intercourse

Secara lebih spesifik, gejala disfungsi seksual pada pria adalah sebagai berikut:

Sedangkan pada wanita, gejala disfungsi seksual meliputi:

  • Vagina kering, tidak menghasilkan pelumas alami yang dibutuhkan untuk penetrasi
  • Otot vagina tegang atau tak bisa rileks
  • Kesulitan mencapai orgasme

Tips agar diagnosa dan perawatannya optimal

Buat Anda yang mengalami gejala disfungsi seksual tadi, ada baiknya lakukan pemeriksaan tiroid lengkap untuk mengetahui apakah penyakit ini memang penyebabnya atau bukan. Tes yang dimaksud biasanya meliputi TSH, Free T4, Free T3, dan antibodi tiroid. Soal kegunaan tiap tes, mintalah dokter untuk menjelaskannya.
Bila hasilnya positif dan Anda juga mengalami gejala penyakit tiroid yang disebutkan tadi, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kalau perawatan yang dijalani bukan yang biasa-biasa saja, namun benar-benar harus optimal agar permasalahan disfungsi seksual bisa terpecahkan.
Beberapa orang mendapati kalau gejala penyakit tiroid (termasuk disfungsi seksual) yang mereka alami tidak membaik ketika menggunakan obat  TV (levothyroxine) saja. Namun pada beberapa kasus, ada yang mengalami peningkatan ketika dokter menambahkan bentuk sintetik dari hormon T3, atau mengganti obat ke jenis yang lebih alami.
Nah guna mengetahui metode mana yang tepat dan optimal untuk setiap pasien, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan:

  • Sejarah kesehatan pasien
  • Fisik/tubuh secara keseluruhan
  • Hormon lain di samping tiroid, termasuk testosteron baik pada pria atau wanita
  • Obat dan suplemen yang diminum
  • Ada-tidaknya faktor psikologis yang berperan

Jenis perawatan untuk atasi gairah seks yang menurun

Perawatan disfungsi seksual bisa beragam, tergantung dari kondisi setiap orang. Perawatan yang dimaksud meliputi:

Obat atau alat tertentu

Obat atau alat yang dapat dicoba dan mungkin memberikan hasil berbeda antarpasien satu dengan lainnya adalah:

  • Suplemen (atau suntikan, implan, krim, dll) testosteron – untuk pria atau wanita yang rendah kadar testosteronnya.
  • Suplemen lain seperti arginine (asam amino untuk pria dan wanita), ginseng Asia, ekstrak Avena-sativa/oat, DHEA (dehydroepiandrosterone), ginkgo biloba, rumput tanduk kambing, kava (tanaman herbal untuk wanita), dan zinc.
  • Obat kuat – pada beberapa kasus, beberapa pria terbukti mendapatkan manfaat dari sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), atau vardenafil (Levitra) yang semuanya bekerja dengan cara meningkatkan suplai darah ke penis.
  • Implan atau pompa vakum.
  • Terapi hormon – pada wanita usia perimenopause atau menopause, terapi hormon estrogen dan/atau progesteron mungkin juga bisa membantu.
  • Dilator – untuk mengatasi vaginismus (kondisi menyempitnya otot vagina yang menyebabkan wanita kesakitan saat penetrasi).

Baca juga: 10 Bahan Alami Peningkat Libido Pria, Ampuhkah Atasi Disfungsi Seksual?

Perubahan gaya hidup

Salah satunya dengan menjaga berat badan tetap ideal. Alasannya karena overweight bisa memengaruhi image diri sehingga membuat seseorang minder soal tubuhnya, dan ini otomatis membuat minatnya terhadap seks menurun. Kedua, ditinjau dari sisi medis, kelebihan berat badan juga bisa mengurangi hasrat seksual.
Keuntungan lain dari menurunkan berat badan adalah karena ini dapat mengurangi kadar SHBG (sex hormone binding globulin) sehingga sirkulasi estrogen dan progesteron jadi lebih lancar. Efeknya, hormon jadi seimbang dan hasrat seksualpun meningkat.
Rutin berolahraga juga bisa membantu memperlancar peredaran darah ke seluruh bagian tubuh. Hasil riset menemukan, partisipan yang berolahraga secara teratur biasanya lebih baik dalam hal minat terhadap seks, kepercayaan diri, frekuensi bercinta, gairah seksual, dan orgasme – tak peduli berapapun usia mereka. Dan jenis olahraga terbaik yang disarankan adalah aerobik karena ini dapat memicu produksi endorfin – zat kimia dalam otak yang membuat senang.
Terakhir, terapi seks atau bentuk terapi lain yang dilakukan dengan konselor berpengalaman juga bisa dicoba kalau penyebab gairah seks menurun adalah karena faktor psikologis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *