Gonore

Pengertian Gonore

Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri spesifik yang paling sering ditularkan melalui hubungan seksual berisiko tinggi. Gonore juga dapat menular melalui pergantian cairan genital yang terinfeksi, serta dapat menyerang bayi baru lahir yang tertular dari ibu yang mengidap penyakit gonore. Gonore atau yang juga dikenal dengan nama penyakit kencing nanah bisa menyerang pria maupun wanita terutama mereka yang sering berganti pasangan seksual atau yang mempunyai pasangan lebih dari satu.

Penyebab Gonore

Penyakit infeksi gonore disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae. Bakteri gonore berkembang dalam lingkungan yang hangat dan lembab pada area sistem reproduksi yaitu pada bagian mulut rahim, rahim, tuba falopi, dan saluran kencing. Selain pada sistem reproduksi, bakteri gonore juga dapat menyerang anus, mulut, dan tenggorokan (pada kasus penularan melalui hubungan oral seks dan anal seks). Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual dengan angka kejadian yang termasuk tinggi terutama pada orang dewasa yang aktif secara seksual. Pada survey di Amerika Serikat mencatat bahwa ada sebanyak 700.000 kasus yang mengeluhkan penyakit gonore dengan rata-rata umur pengidap gonore adalah remaja dan dewasa muda. Faktor risiko yang bisa menyebabkan gonore antara lain adalah:

  • Hubungan seks yang berisiko tinggi pada usia dini
  • Mempunyai pasangan seksual lebih dari satu
  • Berganti-ganti pasangan
  • Mempunyai pasangan yang telah terinfeksi

Gejala Gonore

Tidak semua orang yang mengidap gonore menunjukkan gejala, sehingga untuk mencari perawatan yang tepat akan sedikit sulit, terutama apabila terlambat diperiksa dan didiagnosa. Pengidap gonore biasanya akan menunjukkan gejala gonore setelah 10 hari terinfeksi atau bahkan setelah 30 hari dengan gejala seperti berikut : Gejala gonore pada pria:

  • terasa seperti terbakar saat buang air kecil
  • keluar cairan seperti nanah dari penis
  • testis terasa sakit atau bengkak

Gejala gonore pada wanita:

  • terasa sakit saat buang air kecil
  • keluar cairan berlebih dari vagina
  • keluar darah setelah berhubungan intim
  • nyeri pada perut bawah atau panggul

Diagnosis Gonore

Segera kunjungi dokter jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas agar infeksi gonore bisa segera diobati. Dokter nantinya akan mengambil sampel cairan dari vagina atau penis dan akan di tes pada laboratorium. Jika diperlukan dokter juga akan memeriksa kondisi pada tenggorokan atau anus. Tes lain yang dapat dilakukan adalah tes urin untuk mengecek ada atau tidaknya bakteri gonore yang terdapat pada urin. Gonore dan klamidia juga kerap terjadi pada saat yang bersamaan sehingga pasien bisa dites dan ditangani untuk kedua penyakit menular seksual tersebut.

Pengobatan Gonore

Penyakit gonore dapat ditangani dan disembuhkan. Dokter akan memberikan antibiotik dalam bentuk oral atau suntik. Pasangan dari pasien juga akan disarankan untuk mengikuti pengobatan untuk mencegah infeksi terjadi kembali atau mencegah efek ping-pong. Efek ping-pong adalah terjadinya infeksi ulang dari salah satu pasangan yang telah sembuh oleh pasangan seksual mereka yang masih bisa menularkan gonore dan belum terobati. Pengobatan antibiotik haruslah mengikuti anjuran dokter dan diminum sampai tuntas karena penyakit gonore rentan untuk terjadi multi-resistensi antibiotik. Oleh karena itu, pastikan untuk menghabiskan seluruh antibiotik walaupun sudah merasa lebih baik. Jangan pernah meminum obat yang diresepkan untuk orang lain karena akan membuat penyakit akan semakin sulit disembuhkan.

Pencegahan Gonore

Oleh karena tingginya angka kejadian orang yang terkena infeksi kelamin atau penyakit menular seksual lainnya, maka dibutuhkan pendidikan seks yang tepat dan benar. Hal ini diperlukan agar masyarakat bisa mengetahui risiko dan bahaya penyakit menular seksual dan memahami pengertian gonore pada khususnya. Gonore yang tidak ditangani dapat menyebabkan efek jangka panjang seperti kemandulan dan resiko lebih rentan terkena HIV/AIDS. Penyakit gonore pada wanita seringkali asimtomatis atau tidak menunjukkan gejala spesifik hingga jangka waktu terten