Herpes Hanya Menular Jika Gejalanya Tampak Saja, Mitos atau Fakta?

Benarkah penyakit herpes hanya menular kalau ada gejala yang tampak? Lantas bagaimana pencegahan herpes genital itu? Untuk tahu jawaban dari kedua pertanyaan tadi, mari kita simak ulasan berikut.

pencegahan herpes genital

BANYAK lho yang percaya kalau penyakit herpes tidak bisa menular bila tidak ada gejala yang timbul. Akan tetapi, kepercayaan semacam ini hanyalah mitos belaka. Faktanya, infeksi herpes tetap bisa menyebar meski penderitanya tidak mengalami gejala apapun. Selain itu, tak sedikit pula yang mengalami gejala herpes namun tidak tahu kalau itu disebabkan penyakit menular seksual (PMS).

Dua contoh sederhana yang paling umum terjadi adalah sewaktu mengalami ketidaknyamanan saat berhubungan intim, sebagian berpikir bahwa aktivitas seksual yang terlalu bersemangatlah penyebabnya.

Di lain waktu, penderitanya merasakan gejala namun tidak tahu kalau itu disebabkan karena herpes. Ya nyatanya, tak semua orang sadar bahwa luka lepuh yang mereka miliki ternyata dipicu oleh infeksi virus herpes. Luka semacam ini kemudian dengan mudah ditularkan melalui seks oral.

Cara penyebaran herpes ketika gejalanya tak tampak

Memang benar virus herpes harus dalam keadaan aktif agar bisa disebarkan. Meski begitu, virus ini tak hanya aktif sewaktu gejalanya muncul saja.

Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA April 2011 mendeteksi adanya kira-kira 10% kadar virus dalam sistem tubuh penderita herpes genital yang tidak mengalami gejala. Dalam hal ini, frekuensi keaktifan virus rata-rata 2 kali lebih besar pada penderita yang menunjukkan gejala.

Ini artinya, walau tak ada gejala, sistem tubuh bisa jadi tetap memuat virus aktif (paling tidak 1 dari 10 hari). Sementara gejala yang tampak menunjukkan bahwa frekuensi virus yang aktif lebih sering (yakni 1 dari 5 hari).

Memahami bahwa virus aktif bisa tetap ada dalam sistem tubuh meski tidak ada gejala herpes yang dirasakan dapat meminimalisir penularan dan jumlah korban PMS ini.

Tips mencgah penyebaran herpes kelamin

Untungnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan penderita herpes kelamin untuk mengurangi risiko penyebaran PMS ini. Tips pencegahan herpes genital ini dapat diterapkan oleh penderita yang mengalami (ataupun tidak) gejala herpes.

  • Hindari berhubungan intim ketika ada luka yang timbul. Jika tak memungkinkan, setidaknya batasi aktivitas seksual sehingga pasangan tak sampai terkena/tersentuh luka herpes tersebut.
  • Jangan memencet (atau tindakan lainnya) luka herpes karena ingin menghilangkannya dengan cepat.
  • Pertimbangkan terapi supresif yang dapat menurunkan frekuensi aktifnya penyakit dan risiko penyebaran.
  • Gunakan pengaman saat berhubungan intim.
  • Katakan dengan jujur pada pasangan seksual soal herpes yang diderita, meski bila itu sedang tidak menunjukkan gejala apapun.

Ya memang tidak mudah hidup dengan herpes genital, namun mengetahui bagaimana gejalanya ketika infeksi kambuh atau bagaimana itu ditularkan jelas dapat memberikan perbedaan.

Be the first to write a comment.

Your feedback

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan