Impotensi

Gejala Impotensi

Gejala utama dari impotensi pada pria ditandai dengan ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Meskipun gejala impoten seringkali bersifat sementara, tapi hal ini bisa membawa dampak negatif pada kehidupan seks pria dan pasangannya. Ciri-ciri impotensi umumnya bermula dari ketidakmampuan pria mempertahankan ereksi, sehingga penderita impotensi tersebut tidak bisa melanjutkan hubungan seksual.

Gejala dari impotensi diantaranya adalah :

  • Ereksi yang terlalu lembek untuk melakukan penetrasi hubungan seksual
  • Ereksi yang terlalu singkat untuk melakukan penetrasi hubungan seksual
  • Ketidakmampuan untuk mencapai ereksi

Seorang pria yang tidak bisa mencapai ereksi atau mempertahankan ereksi yang dapat bertahan hingga waktu tertentu atau cukup keras konsistensinya untuk dapat menyelesaikan hubungan seksual yang dilakukannya dianggap memiliki masalah disfungsi ereksi.

Mengingat gejala impotensi pada pria ini berupa ketidakmampuan yang konsisten untuk mempertahankan ereksi, maka kemungkinan besar pria tersebut juga tidak bisa mencapai ejakulasi. Pada akhirnya baik pria dan pasangannya tidak bisa mencapai orgasme ketika berhubungan intim.

Gejala impoten ini bisa memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis penderita. Seseorang yang memiliki kondisi gejala impoten biasanya akan menjadi depresi dan gelisah. Pria akan merasa terpuruk ketika tidak mampu memuaskan pasangannya.

Pria dengan impotensi sering gelisah tanpa sebab dan mengalami sakit atau sesak di dada. Kondisi ini masih merupakan bagian dari dampak psikologis yang dialami pria yang menderita impotensi. Intinya, gangguan pada psikologis ini bisa membuat impotensi menjadi lebih buruk lagi.

Secara sederhana, ciri-ciri impoten ini juga bisa dilihat dari kemampuan ereksi di pagi hari. Pria yang sehat umumnya akan mengalami ereksi pada pagi hari. Akan tetapi, tidak semua pria yang impotensi mengalami ketidakmampuan ereksi di pagi hari walaupun hal ini tidak bisa dijadikan acuan semata untuk mendapatkan diagnosa pasti gejala impotensi.

Pada beberapa kasus impotensi disebabkan oleh komplikasi dari penyakit sistemik yang mendasarinya, sehingga gejala yang timbul dapat mengikuti gambaran penyakit tersebut seperti contoh penyakit diabetes mellitus dan tekanan darah tinggi.