Ini Lho Keunggulan Kondom Lateks Sebagai Kontrasepsi

Kondom lateks adalah salah satu alat kontrasepsi yang paling sering dipakai. Dibanding pengaman lainnya, ada beberapa keunggulan dari kondom berbahan lateks ini.
kondom berbahan lateks
SELAIN vasektomi, kondom lateks adalah jenis kontrasepsi lain untuk pria. Kondom berbahan lateks bekerja dengan cara menghalangi sperma masuk vagina dan mencapai sel telur. Karenanya, alat kontrasepsi ini didesain untuk melapisi penis selama hubungan intim, khususnya yang melibatkan intercourse atau penetrasi.

Keunggulan kondom lateks

Berikut ini beberapa keunggulan kondom lateks dibanding kontrasepsi lainnya:

  1. Karena bahannya lateks (salah satu jenis karet), maka otomatis alat kontrasepsi ini memiliki tekstur yang fleksibel, tipis, dan bisa menyesuaikan dengan bentuk penis. Dengan begitu, keberadaan kondom ini boleh dibilang hampir ‘tidak terasa’ sehingga takkan mengganggu aktivitas percintaan.
  2. Harganya lebih murah dibanding jenis kontrasepsi lainnya.
  3. Mudah diperoleh di mana aja, entah itu apotik, minimarket, ataupun supermarket.
  4. Tak hanya mencegah kehamilan, kondom berbahan lateks juga efektif menghalangi penyebaran penyakit menular seksual (termasuk HIV).
  5. Di pasaran sana, kondom lateks diproduksi dalam berbagai merk, warna, bentuk, tekstur, rasa, serta ukuran.
  6. Tingkat keefektifannya dalam mencegah kehamilan sangat tinggi, yakni 82-98%. Ini artinya dalam setahun, hanya 2-18 wanita saja yang kebobolan hamil ketika bercinta dengan pasangan yang mengenakan kondom lateks. Tentunya keefektifan ini juga tergantung dari ukuran dan cara pemakaian yang tepat. Keefektifan kondom lateks bahkan bisa meningkat jika dipakai berbarengan dengan spermisida.
  7. Mudah dipakai, bahkan dapat digunakan sebagai sex toys untuk menyemarakkan percintaan.

Kelemahan kondom lateks

Di satu sisi, kondom lateks memang memiliki berbagai kelebihan. Namun karena tak ada gading yang tak retak, alat kontrasepsi ini juga mempunyai beberapa kelemahan yaitu:

  • Beberapa pria mengeluh, kondom lateks tidak nyaman dipakai dan dapat merusak mood bercinta. Untungnya, keluhan ini dapat diatasi dengan bereksperimen. Anda tinggal memilih ukuran, ketebalan, tekstur, atau bentuk kondom yang berbeda-beda, lalu gunakan yang rasanya nyaman.
  • Tak bisa dikenakan oleh pasangan (baik suami atau istri) yang alergi terhadap lateks. Faktanya, 6 dari 100 orang alergi terhadap bahan karet ini. Jika ini yang Anda atau pasangan alami, maka lebih baik gunakan kondom berbahan lain seperti polyisoprene atau polyurethane. Alternatif lain adalah dengan mengandalkan kondom wanita untuk mencegah kehamilan, atau cobalah L.Condoms (lateks) yang kandungan protein penyebab alerginya sudah diminimalisir.

Tips lain mengenai kondom lateks

Berikut beberapa tips yang perlu diingat saat menggunakan kondom lateks:

  1. Jika ingin menambahkan pelumas, gunakan produk yang berbahan dasar air atau silikon. Hindari produk pelumas berbahan dasar minyak karena dapat merusak bahan lateksnya.
  2. Seiring berjalannya waktu, kondom lateks dapat kering dan rapuh jika tak dipakai. Jadi setelah membelinya, simpan produk di tempat yang tepat. Hindari menyimpannya dalam saku atau tempat lain yang panas. Selain itu, jangan gunakan bila kondom lateksnya sudah kadaluarsa.
  3. Kondom lateks hanya untuk sekali pakai, jadi jangan berpikir untuk menggunakan produk yang sama kedua kalinya.
  4. Hindari menggunakan 2 buah kondom lateks bersamaan, atau memakai kondom lateks (pada suami) dan kondom wanita (untuk istri) karena gesekan kedua bahan dapat membuat pengaman koyak sehingga tak efektif lagi.

Baca juga: Pakai Kondom 2 Lapis Saat Berhubungan Intim, Lebih Amankah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *