Jangan Remehkan Kecanduan Bekerja, Ini Tanda-tandanya!

Kebutuhan ekonomi mengharuskan kita untuk bekerja agar bisa mendapatkan uang. Beberapa orang bahkan memiliki lebih dari satu pekerjaan dengan dalih ingin memperoleh penghasilan yang lebih besar. Sibuk bekerjasih boleh-boleh saja, tetapi jangan sampai Anda mengalami kecanduan bekerja. Pasalnya, tanpa Anda sadari, workaholic juga bisa mengalami stres kerja yang akan memberi dampak buruk pada fisik dan psikologisnya.

KONDISI kecanduan bekerja bukan termasuk gangguan medis atau mental secara resmi. Workaholic menjadi ketagihan untuk bekerja karena pada awalnya mereka hanya didasari oleh tuntutan ekonomi. Kemudian, kondisi tersebut akan semakin berkembang menjadi kencanduan kerja. Mereka merasa bahwa agar dapat memperoleh uang lebih banyak maka mereka harus bekerja lebih keras lagi.
Jenis kecanduan kerja ini dapat memberikan dampak buruk pada diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Sama seperti kecanduan lainnya, misalnya kecanduan alkohol atau pornografi, dampak buruk yang bisa diperoleh dari kecanduan kerja ini antara lain adalah hubungan kita dengan orang-orang yang ada di sekitar menjadi terganggu. Waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain jadi sangat berkurang saat kita lebih mementingkan untuk bekerja. Bahkan, kita pun jadi tidak memiliki quality time untuk diri sendiri.

Masalah dari kecanduan bekerja

Bekerja lebih keras sering dianggap sebagai kegiatan positif dan sangat dihargai oleh orang lain. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak memberikan dampak buruk bagi pelakunya sendiri.
Seperti kecanduan lainnya, kecanduan kerja didorong oleh keterpaksaan. Hal ini tentu sangat berbeda dengan sebagian orang yang bekerja karena komitmennya sendiri. Workaholic bisa mengalami stres kerja.
Pada umumnya, mereka kurang bahagia dan merasa tertekan dengan pekerjaannya. Di samping itu, tandaworkaholic juga ketika seseorang merasa khawatir berlebihan mengenai pekerjaannya. Workaholic dapat kehabisan waktu dan energi karena bekerja terlalu keras dibanding orang-orang normal lainnya.

Tanda dan gejala kecanduan kerja

Sebagian besar orang yang kecanduan bekerja tidak merasa bahwa mereka mengalami tanda workaholic. Mereka yang kecanduan kerja akan merasa biasa-biasa saja saat harus bekerja lebih keras lagi. Untuk mengantisipasi kondisi ini, kenali beberapa tanda workaholic berikut ini:

  • Kesibukan meningkat, tetapi produktivitas tidak mengalami peningkatan
  • Berusaha mencari lebih banyak waktu luang agar dapat digunakan untuk bekerja
  • Menghabiskan lebih banyak waktu dari yang sudah disediakan
  • Membuat pekerjaan sebagai sarana untuk mempertahankan harga diri dan rasa percaya diri
  • Bekerja dapat mengurangi perasaan bersalah, depresi, kecemasan, dan putus asa
  • Mengabaikan saran orang lain untuk mengurangi pekerjaan
  • Permasalahan timbul dalam hubungan dengan pasangan yang disebabkan karena lebih banyak meluangkan waktu untuk bekerja
  • Merasa stres karena bekerja atau pekerjaan yang tidak kunjung selesai
  • Menggunakan pekerjaan untuk melarikan diri dan menghindari sejumlah permasalahan yang sedang terjadi

Apa yang harus dilakukan Si Workaholic?

Untuk mengatasi masalah kecanduan bekerja ini, Anda tidak perlu berkonsultasi ke psikolog atau ahli kesehatan mental lainnya. Dengan tekad dan sedikit usaha, Anda bisa mengurangi kecanduan kerja ini secara perlahan tapi pasti.
Mulailah membuat pekerjaan Anda sebagai suatu komitmen, bukan suatu kecanduan yang tidak ada habisnya. Sempatkan waktu Anda untuk cuti dari pekerjaan Anda dan mulailah berwisata ke suatu tempat. Lupakan sejenak pekerjaan Anda dan cobalah untuk menikmati hidup.
Mencari penghasilan tambahan yang lebih banyak tentu sah-sah saja. Akan tetapi, jangan menghabiskan seluruh waktu Anda untuk bekerja agar pikiran dan tubuh Anda lebih rileks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *