Keguguran

Penyebab Keguguran

Penyebab keguguran bisa jadi sangat beragam. Kebanyakan kasus bahkan tidak diketahui penyebabnya. Pada trimester pertama, penyebab umum dari kasus keguguran adalah kelainan kromosom, yang berarti terdapat suatu kesalahan pada kromosom bayi. Kebanyakan kelainan kromosom adalah penyebab dari rusaknya sel telur dan sperma atau karena masalah pada saat zygot melewati proses pembelahan. Namun, beberapa hal lain yang bisa menjadi penyebab keguguran, di antaranya adalah:

  • Pengaruh infeksi tertentu (malaria, toksoplasmosis, kamidia, gonore, atau sifilis
  • Kondisi medis sang ibu, misalnya penyakit diabetes dan tiroid
  • Masalah hormon
  • Sistem kekebalan tubuh
  • Kelainan rahim (struktur rahim abnormal, leher rahim lemah, atau sindrom ovarium polisistik)
  • Gaya hidup (merokok, konsumsi obat-obatan, malnutrisi, konsumsi kafein berlebih, terpapar radiasi, dan zat beracun)
  • Implantasi sel telur ke dalam lapisan rahim tidak terjadi dengan benar
  • Kelainan kromosom. Bisa jadi kelainan kromosom diderita oleh ibu atau ayah, tetapi pada peristiwa keguguran berulang, kemungkinan besar kelainan kromosom diderita oleh ibu sehingga sel telur tidak bisa dibuahi oleh sel sperma.

Seorang wanita rentan terhadap risiko keguguran jika ia dalam kondisi:

  • Berusia lebih dari 35 tahun
  • Memiliki penyakit tertentu seperti diabetes dan masalah tiroid
  • Sudah pernah mengalami lebih dari 3 kali keguguran
  • Memiliki trauma saat mengandung

Bagi wanita yang masih dalam usia produktif, risiko untuk mengalami keguguran adalah sekitar 10-25%, sedangkan bagi wanita produktif yang melakukan pola hidup sehat risikonya sekitar 15-20%.

  • Semakin tua usia ibu, semakin rentan mengalami keguguran
  • Wanita di bawah usia 35 tahun memiliki 15% risiko mengalami keguguran
  • Wanita di rentang usia 35-45 tahun memiliki 20-35% risiko mengalami keguguran
  • Wanita di atas usia 35 tahun memiliki 50% risiko mengalami keguguran