Kram Perut saat Hamil Muda, Normalkah?

Kram perut saat hamil muda itu normal, nggak sih?! Kok ada yang bilang bahaya jika mengalami kram perut saat hamil trimester pertama.
kram perut saat hamil muda
TAK sedikit perempuan khawatir ketika mengalami kram perut saat hamil muda. Maklum saja, kram perut saat hamil trimester pertama memang bisa jadi gejala keguguran. Tapi inipun juga bisa jadi pertanda bahwa rahim sebenarnya sedang meregang dan membesar saja karena menyesuaikan dengan pertumbuhan janin. Nah supaya tahu nyeri itu normal atau tidak, mari kita simak bersama seperti apa ciri-ciri kram hamil muda yang normal dan berbahaya itu.

Kram perut saat hamil muda yang tergolong normal

Meski kadangkala nyeri dapat mengindikasikan adanya masalah, namun kram perut saat hamil muda itu sesungguhnya normal. Seperti disampaikan tadi, membesarnya ukuran rahim membuat sang ibu merasakan nyeri ringan hingga sedang pada area perut bawah atau punggung belakangnya.
Nyerinya bisa terasa seperti tekanan atau tarikan, namun dapat juga mirip dengan nyeri haid (hanya intensitasnya lebih ringan). Pada umumnya, nyeri jenis ini bukanlah tanda keguguran.
Meski begitu, tak ada salahnya bilang pada dokter tentang nyeri perut yang dialami saat konsultasi kehamilan berikutnya. Tapi jangan tunda pergi ke dokter jika nyerinya parah, hanya dirasakan salah satu sisi tubuh, dan disertai pendarahan.

Kram perut di akhir usia kehamilan

Bukan hanya trimester awal saja, nyeri juga dapat dirasakan ketika usia kehamilan mendekati akhirnya. Ini terjadi karena rahim yang terus membesar. Namun hati-hati kalau nyerinya parah dan disertai dengan pendarahan karena ini menandakan gejala persalinan prematur.

Kram perut kehamilan yang abnormal

Ibu hamil harus segera menemui dokter jika nyerinya terus-menerus dirasakan atau parah. Nyeri parah sering menandakan terjadinya kehamilan ektopik (di luar kandungan). Dan bila kehamilan ektopik sampai ruptur atau pecah, maka ibu hamil harus segera dibawa ke UGD karena kondisi ini dapat mengancam nyawa.
Ciri kram perut kehamilan abnormal lainnya adalah hanya terasa di salah satu sisi perut saja. Bahkan bila intensitasnya tidak parah, nyeri di salah satu sisi perut bawah ini juga menandakan kehamilan ektopik.
Sedangkan kalau nyeri awal kehamilan disertai dengan pendarahan, penyebabnya bisa jadi keguguran. Dokter akan mengonfirmasi benar-tidaknya melalui tes darah HCG atau USG.

Bahaya kehamilan ektopik

Salah satu penyebab serius ibu hamil mengalami nyeri selama mengandung adalah karena kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi tidak mengimplantasikan dirinya di dalam dinding rahim, melainkan di luar rongga rahim (kebanyakan di salah satu saluran tuba falopi).
Sayangnya, kehamilan ektopik tak pernah berhasil. Bayinya tak mungkin bertahan hidup karena di luar rongga rahim, tak ada tempat bagi embrio agar bisa berkembang menjadi janin. Malahan kehamilan ini dapat menghancurkan struktur organ sekitarnya.
Contoh bila kehamilan ektopik sampai pecah di saluran tuba falopi, maka ini dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa sehingga ingin pingsan rasanya, atau bahkan kematian. Kalau terdeteksi sejak dini, kehamilan ektopik dapat diatasi dengan methotrexate. Namun jika tidak, maka operasi merupakan jalan satu-satunya untuk menyelamatkan nyawa sang ibu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *