Kram Perut Setiap Haid, Perlukah ke Dokter?

Sakit perut saat haid apakah berbahaya? Jawabannya bisa jadi, jika kram haid parah. Lalu bagaimana jika intensitasnya ringan atau sedang saja?
kram haid parah
KETIKA muncul pertanyaan: “sakit perut saat haid apakah berbahaya?”, maka jawabnya adalah: sebenarnya normal saja kalau mengalami kram ringan selama menstruasi. Anda tinggal meredakannya dengan meletakkan kompres hangat di atas perut bawah atau minum obat pereda rasa sakit. Akan tetapi, jika nyeri menstruasi tergolong parah, ada baiknya Anda periksa ke dokter.

Jenis kram menstruasi dan penyebabnya

Dalam dunia medis, nyeri datang bulan biasa disebut dengan istilah dysmenorrhoea. Ada 2 tipe dysmenorrhoea, primer dan sekunder. Mari kita tilik satu persatu.

Dysmenorrhoea primer

Menurut ACOG, lebih dari 50% perempuan mengalami nyeri 1-2 hari ketika datang bulan. Dengan lain kata, nyeri menstruasi merupakan hal yang normal.
Penyebabnya adalah prostaglandin yang dihasilkan dalam lapisan dinding rahim. Saat kadar prostaglandin meningkat (biasanya sebelum menstruasi dimulai) ketika itulah nyeri mulai dirasakan. Nanti setelah darah menstruasi keluar, kadar prostaglandin akan menurun dan kramnya pun mereda.
Dysmenorrhoea primer biasanya muncul sejak remaja perempuan datang bulan pertama kalinya. Namun untungnya, intensitas (tingkat keparahan) nyeri menstruasi ini biasanya berkurang seiring bertambahnya usia.

Dysmenorrhoea sekunder

Penyebab dysmenorrhoea sekunder bukanlah akibat naiknya kadar prostaglandin dalam rahim, melainkan kondisi medis tertentu. Beberapa penyebab dysmenorrhoea sekunder antara lain endometriosis, mioma uteri (tumor jinak kandungan), adenomiosis, dll.
Lain halnya dengan yang primer, dysmenorrhoea sekunder ini justru baru muncul saat usia perempuan sudah matang. Rasa sakitnya bahkan bisa kian menjadi-jadi seiring bertambahnya usia.
Lebih dari itu, jika rasa sakit pada dysmenorrhoea primer berakhir dalam hitungan 1-2 hari, namun yang sekunder ini biasanya semakin parah selama haid berlangsung. Faktanya, kram haid parah dapat terus dirasakan bahkan setelah datang bulannya selesai.

Bagaimana dokter mengevaluasi kram haid?

Selain mempertimbangkan sejarah kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan secara fisik (termasuk pemeriksaan panggul), dokter mungkin juga akan menggunakan USG untuk mengamati lebih detil kondisi organ reproduksi (ovarium, rahim, dan saluran tuba falopi).
USG juga dapat mendeteksi kalau-kalau ada tumor jinak dalam rahim. Terkadang, operasi juga perlu dilakukan untuk memeriksa organ dalam panggul.
Selain itu, dokter mungkin juga menyarankan tes kehamilan karena kombinasi kram haid parah dan pendarahan juga mengindikasikan keguguran atau kehamilan ektopik.

Cara meminimalisir kram haid

Berikut berbagai cara untuk meredakan nyeri datang bulan:

Minum ibuprofen

Seperti disinggung sebelumnya, Anda dapat minum obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen misalnya. Obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) ini dapat menurunkan kadar prostaglandin dalam tubuh. Akan tetapi, pastikan untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya karena obat ini juga memiliki efek samping merugikan seperti pendarahan, bisul lambung, serta gangguan hati dan ginjal.

Menggunakan alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi kombinasi (seperti pil KB, koyo, atau cincin vagina) atau yang melibatkan hormon progestin saja (contoh KB implan atau spiral) juga dapat meredakan dysmenorrhoea.

Metode lainnya

Selain terapi medis, metode alami redakan nyeri menstruasi antara lain meletakkan kompres hangat di atas perut bawah, atau dengan berolahraga. Ada pula yang memilih teknik akupuntur atau latihan yoga (baik dengan atau tanpa obat-obatan tambahan) untuk meredakan nyeri haidnya.
Sedangkan bagi perempuan yang didiagnosa menderita dysmenorrhoea sekunder, dokter akan melakukan pengobatan berdasarkan penyebabnya. Contoh untuk alat kontrasepsi hormonal untuk endometriosis, atau jika miom adalah penyebabnya, maka prosedur operasi mungkin harus jadi solusinya.
Kesimpulannya, periksakan diri segera jika nyeri datang bulannya parah dan tak bisa diredakan dengan cara alami tadi.

Ice cream lover. Knows everything about movies, knows a little about everything else.

Be the first to write a comment.

Your feedback

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan