Lepas IUD Spiral, Sakitkah?

Berencana untuk lepas spiral dalam waktu dekat? Apapun alasan Anda, kontrasepsi spiral memang harus dilepas. Karena alat tersebut tidak dapat larut dengan sendirinya, suatu saat memang harus dikeluarkan dari dalam tubuh Anda. Namun, banyak pengguna IUD spiral yang bertanya-tanya mengenai efek setelah lepas KB IUD dan rasa sakit yang dialami ketika proses pelepasan.
lepas spiral
KABAR gembira bagi pengguna spiral karena proses pelepasan kontrasepsi ini cepat dan tidak menyakitkan. Bahkan, proses pelepasan cenderung lebih cepat dibanding proses pemasangan. Meskipun demikian, Anda tidak diperkenankan untuk melepas kontrasepsi spiral sendiri. Kunjungi dokter kandungan atau bidan profesional untuk melepas IUD spiral dan mengeluarkannya dari dalam tubuh Anda.

Alasan melepas IUD spiral

Setiap orang tentu memiliki alasan tersendiri untuk lepas spiral. Beberapa alasan yang paling sering dikemukakan oleh pengguna IUD spiral yang ingin melepas kontrasepsi tersebut adalah:

  • Keinginan untuk hamil
  • Tidak tahan terhadap efek samping dari penggunaan kontrasepsi spiral
  • Infeksi
  • Penggunaan jenis IUD Mirena yang harus dikeluarkan setelah 5 tahun pemakaian
  • Penggunaan jenis IUD Skyla yang harus dilepas setelah 3 tahun pemakaian
  • Penggunaan jenis IUD ParaGard yang harus dilepas ketika memasuki tahun ke-10

Prosedur pelepasan IUD spiral

Prosedur lepas spiral bisa dilakukan selama penggunanya dalam siklus haid. Mengapa? Karena pada masa haid, serviks akan melunak secara alami sehingga memudahkan dokter atau bidan untuk melepas kontrasepsi spiral.
Berikut adalah prosedur pelepasan IUD spiral yang akan dilakukan oleh dokter atau bidan profesional:

  • Spekulum dimasukkan untuk memisahkan dinding vagina
  • Dokter/bidan akan mencari senar IUD dan mereka akan menggunakan forsep untuk mengambil senar IUD. Selanjutnya, senar akan ditarik secara perlahan-lahan
  • Kontrasepsi dapat ditarik dengan mudah dari serviks dan dikeluarkan melalui vagina

Proses melepas kontrasepsi spiral sangat cepat dan tidak terlalu menyakitkan. Akan tetapi, sekali lagi kami menghimbau Anda untuk tidak melepas alat kontrasepsi sendiri tanpa bantuan dari ahli medis.
Baca juga: Persiapkan Diri Sebelum Pemasangan IUD (Spiral)

Komplikasi

Faktanya, di antara jutaan wanita yang melakukan prosedur lepas spiral, masih ada beberapa wanita yang IUD spiralnya tidak ditemukan. Dokter tidak dapat menemukan senar IUD spiral karena kemungkinan kontrasepsi ini tergelincir ke dalam kanal serviks. Lantas, bagaimana solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini?
Dokter akan melakukan USG untuk mencari IUD spiral yang kemungkinan besar berada dalam kanal serviks. Setelah menemukan posisi IUD spiral, dokter akan menariknya dengan forceps dan pinset sehingga kontrasepsi tersebut bisa tetap dikeluarkan dari tubuh Anda.
Selain itu, komplikasi serius dapat terjadi ketika IUD menempel pada rahim. Dalam hal ini, dokter akan menggunakan forsep untuk melebarkan rahim dan mengamnil IUD spiral. Untuk mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman, dokter akan memberi anestesi.
Baca juga: Benang IUD Tak Teraba? Ini yang Harus Anda Lakukan

Prosedur penggantian IUD

Banyak yang bertanya mengenai efek setelah lepas KB IUD. Sebagian wanita khawatir saat lepas IUD bisa langsung hamil. Ya, memang benar bahwa setelah lepas IUD bisa langsung hamil. Oleh karena itu, sebaiknya cermati waktu penggantian IUD.
Sebaiknya Anda dan pasangan tidak melakukan hubungan seks dalam waktu seminggu sebelum jadwal pelepasan IUD. Jika memang harus melakukan hubungan seks, mintalah pasangan untuk menggunakan kondom guna mencegah kehamilan. Apabila Anda memang berencana melepas IUD agar bisa hamil secepatnya, maka tidak masalah jika Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual kapanpun, sebelum atau sesudah melepas IUD spiral.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *