Membuka Hati setelah Hubungan yang Menyakitkan, Begini Caranya

Memilih untuk tetap single bukanlah pilihan yang salah, apalagi jika Anda merasa bahagia. Yang salah adalah membiarkan diri tetap sendiri semata-mata karena trauma membina hubungan romantis. Disakiti memang traumatis dan tidak mudah dilupakan. Namun, bukan berarti Anda membiarkan diri tenggelam dalam kedukaan. Masih banyak kok orang baik di luar sana. Jadi, yuk mulai membuka hati setelah disakiti. Begini cara memulainya.

membuka hati setelah disakiti

MEMBINA hubungan cinta bukanlah hal mudah, terutama bila Anda baru saja melalui hubungan yang teramat menyakitkan. Tak ayal, rasa trauma pasti tertinggal. Adalah langkah yang tepat jika Anda memberi waktu bagi diri sendiri untuk sembuh dan menenangkan diri. Namun, akan menjadi salah jika setelah jeda waktu itu Anda justru takut membina hubungan baru alih-alih sembuh.

Hubungan yang abusive sebelumnya memang berpotensi membuat diri merasa tidak berharga dan tidak pantas dicintai. Dan ketahuilah kini bahwa itu tidak benar. Setiap orang pantas kok dicintai. Mungkin Anda hanya bertemu dengan orang yang salah sebelumnya.

Maka dari itu, mulailah membuka hati setelah disakiti. Ada orang baru di luar sana yang menanti. Jika Anda masih bingung bagaimana cara memulainya, ikuti langkah-langkah ini yang kami kutip dari bustle.com.

Berbaikhatilah pada Diri Sendiri

Sebelum berbahagia dengan orang lain, bahagialah dulu dengan diri sendiri. Mulai dengan memperlakukan diri dengan sebaiknya-baiknya. Fokuslah pada kegiatan yang dapat meningkatkan kebugaran dan kebahagiaan Anda, seperti berolahraga, bersosialisasi, atau bergabung dengan kelas-kelas yang dapat mengasah bakat.

Meningkatkan kualitas diri akan membuat Anda lebih sehat, baik secara fisik maupun emosional. Dengan demikian, jika waktunya tiba dan orang yang tepat sudah di depan mata, membuka hati setelah disakiti akan jadi lebih mudah bagi Anda.

Pertimbangkan untuk Mencari Bantuan Profesional

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami sakit yang tak bisa sembuh hanya dengan beristirahat? Tentu pergi ke dokter, bukan? Nah, begitu pun dengan sakit hati.

Hanya karena tak banyak orang yang pergi ke psikolog, bukan berarti Anda adalah orang yang sangat bermasalah bila akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Pergi ke psikolog berarti Anda memiliki kesadaran yang tinggi akan masalah yang dihadapi dan Anda memiliki keinginan kuat untuk sembuh.

Berkonsultasi dengan psikolog bisa memberi Anda insight tentang pola hubungan yang selama ini dijalani. Anda pun bisa mengetahui letak permasalahan mendasar dalam diri hingga mengalami trauma membina hubungan baru secara berkepanjangan.

Selain itu, psikolog pun bisa memberi saran tentang bagaimana seharusnya hubungan romantis yang sehat. Percaya deh, setelahnya Anda akan merasa lebih baik dan tak akan takut lagi untuk membuka hati setelah disakiti.

Baca juga: Begini Caranya Move On dari Mantan dalam Waktu 3 Bulan

Percayalah bahwa Perubahan Akan Datang

Sangat wajar bila hubungan yang abusive membawa kekacauan dalam hidup Anda. Merasa tak berarti, putus asa, juga tak pantas untuk dicintai adalah yang paling sering dialami. Namun, percayalah bahwa setiap orang berhak memiliki kesempatan untuk hidup yang lebih baik. Anda pun demikian.

Jangan paksa diri Anda untuk melalui sakit hati ini secara instan. Biarkan ada ruang untuk berduka, asal jangan larut di dalamnya. Sambil menyembuhkan hati, kelilingi diri Anda dengan hal-hal positif yang bisa membuat pribadi senantiasa berkembang.

Dan, tanamkan pula dalam benak kalau Anda berhak untuk bahagia dan dicintai. Ketika Anda sudah sangat siap dan berhasil bahagia dengan diri sendiri, bukalah kesempatan untuk berkencan lagi.

Be the first to write a comment.

Your feedback

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan