Mungkinkah Tertular Penyakit Menular Seksual Setelah Berhubungan Intim?

Penyakit menular seksual (PMS) boleh dibilang merupakan salah satu jenis penyakit yang paling ditakuti, khususnya oleh pria atau wanita muda. Lantas apakah ada cara untuk mencegah penularan penyakit seksual?!
penularan penyakit seksual
BANYAK yang bilang, cara termanjur untuk mencegah penularan penyakit seksual adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan. Hal ini memang benar. Ada baiknya Anda memang hanya berhubungan intim dengan 1 orang, pasangan sah saja.
Namun mirisnya, seringkali itu hanya tinggal teori belaka. Jangankan di kota besar, di berbagai daerah saja, kita sudah sering mendengar berita mengenai pasangan bukan suami-istri yang tertangkap basah menginap di kamar hotel yang sama.
Ya di zaman modern seperti sekarang, siapa yang dapat menjamin bahwa pasangan pasti setia? Anda mungkin setia dan tidak pernah bermain api, tapi bagaimana dengan pasangan?
Bukan bermaksud mengajarkan suudzon pada pasangan. Hanya saja intinya di sini adalah, risiko penularan penyakit seksual di zaman sekarang boleh dibilang lebih besar ketimbang masa lampau. Dulu seks bebas hanya marak di negara Barat. Namun kini, yang mengaku berbudaya Timur-pun juga ikut melakukannya.

Faktor yang meningkatkan risiko penularan penyakit seksual

Oleh karenanya, jawaban dari pertanyaan semacam “berapa besar risiko saya terkena penyakit menular seksual?” tidak bisa didapat pada dokter. Pada dasarnya, dokter hanya dapat memberi masukan mengenai aktivitas percintaan seperti apa yang berisiko, dan mana yang lebih aman. Mereka jugalah yang bisa melakukan tes penyakit menular seksual.
Jadi ketika muncul pertanyaan tentang seberapa tinggi risiko tertular PMS, kita sebenarnya dapat mengukurnya dari beberapa faktor berikut:

  • Pernah berhubungan intim, baik secara anal, vaginal, maupun oral
  • Berapa banyak pasangan seks yang dimiliki, dan jenis hubungan intim apa yang dilakukan dengan mereka
  • Apakah menggunakan kondom atau pengaman lainnya
  • Seberapa konsisten penggunaan alat pengaman tersebut
  • Apakah ada pelumas yang dipakai, dan apa jenisnya
  • Apakah pasangan seks sudah mengidap penyakit menular seksual sebelumnya
  • Jika ya, maka tipe penyakit menular seksual apa yang diidapnya
  • Seberapa parah infeksi yang ia alami (diukur dari jumlah virus dan faktor lainnya)
  • Apakah ada luka di kulit, atau jenis PMS lain yang membuat Anda rawan terjangkit

Dengan menanggapi jujur semua pernyataan di atas, sedikit-banyak Anda dapat mengetahui berapa besar kemungkinan tertular PMS. Namun hal inipun agak sulit karena membutuhkan kejujuran dari pihak pasangan juga.

Cara menurunkan risiko tertular penyakit seksual

Walau risikonya sulit diperkirakan, namun untungnya, ada cara untuk meminimalisir penularan penyakit seksual. Pertama, dengan melakukan tes (terkait penyakit seksual) rutin. Mengenal dan berdiskusi dengan pasangan sebelum berhubungan intim juga dapat menjauhkan masing-masing pihak dari penyesalan yang biasanya datang terlambat.
Dan jangan lupa gunakan pengaman seperti kondom atau dental dam. Walau tidak 100% efektif, namun kedua alat tersebut bisa menurunkan drastis risiko penularan penyakit seksual. Cara terakhir adalah seperti yang disinggung di awal ulasan tadi, yakni hanya berhubungan intim dengan 1 pasangan (suami atau istri sah) saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *