Tak Nyaman saat Pasangan Anda Pakai Kondom? Ini Tipsnya, Ladies

Ada berbagai alasan mengapa wanita tak nyaman pakai kondom. Kalau Anda termasuk salah satunya, maka beberapa tips memakai kondom berikut mungkin dapat membantu.
KEBANYAKAN orang berpikir bahwa prialah yang biasanya lebih sering menolak memakai kondom saat bercinta. Namun faktanya, wanita juga bisa mengatakan tidak soal ini. Ya memang ada berbagai alasan mengapa wanita tak nyaman pakai kondom.

Penyebab wanita menolak pakai kondom

Beberapa wanita hanya berpikir sempit, dan menganggap kalau kondom itu cuma dibutuhkan untuk mencegah kehamilan saja. Untuk tujuan tersebut, toh mereka sudah minum pil KB, jadi buat apa pakai kondom lagi? Golongan wanita ini lupa kalau kondom juga penting untuk mencegah penularan penyakit seksual (PMS).
Lainnya berpikir negatif: Wah, suami kok minta pakai kondom ya? Jangan-jangan ia berpikir kalau aku penyakitan atau apa nih Padahal faktanya belum tentu demikian.
Bisa jadi suami minta pakai kondom karena Anda berdua memang memutuskan untuk menunda kehamilan sementara ini. Dan ia berpikir kalau kondom merupakan pengaman paling praktis untuk itu. Dalam hal ini, komunikasi soal alasan memakai kondom memang perlu dibicarakan agar tidak menimbulkan salah paham.
Ada pula segelintir wanita yang berpikir kalau kondom itu hanya untuk orang tertentu saja. Mereka yang memiliki pandangan keliru soal kondom ini, biasanya agak sulit dibujuk. Mereka mungkin baru sadar kalau mereka salah setelah memperluas pengetahuan tentang manfaat dan keuntungan memakai kondom.
Terakhir, tak sedikit pula wanita tak nyaman pakai kondom karena mereka merasa tidak nyaman atau kesakitan. Untungnya, alasan semacam ini bisa diperbaiki dengan tips memakai kondom yang tepat.

Mengapa kondom bisa menimbulkan rasa sakit?

Pertanyaannya sekarang, Apa benar kondom bisa menyebabkan rasa sakit? Jawabnya ya, dan paling tidak, terdapat 3 alasan mengapa iritasi akibat kondom bisa muncul. Pertama, karena alergi bahan lateks (material yang biasa dipakai untuk membuat kondom), kedua karena tidak cocok dengan nonoxynol-9 (N-9), dan ketiga, karena kurang pelumas.
Baca juga:Reaksi Alergi Saat Berhubungan Intim? Ini Penyebabnya
Iritasi akibat kondom ini jelas bukanlah hal sepele karena dapat membuat pihak perempuan tidak nyaman bahkan menderita. Lebih buruknya lagi, iritasi tersebut bisa membuat wanita rawan terkena infeksi saluran kencing, infeksi ragi, dan bakterial vaginosis. Untungnya, semua kondisi ini dapat diatasi dengan mudah.

Tips memakai kondom

Bila Anda merasa kondom bikin sakit, maka katakan itu pada pasangan. Setelah itu, beritahu ia bahwa ada cara lain untuk meminimalisir efek tersebut, seperti:

  • Pilihlah jenis kondom yang tidak disertai pelumas, lalu gunakan pelumas terpisah dalam jumlah banyak. Pakai pelumas yang bahan dasarnya air atau silikon (pastikan itu tidak mengandung N-9). Dengan banyaknya pelumas seperti ini, gesekan yang mengakibatkan rasa sakit dapat diminimalisir.
  • Cobalah berbagai jenis merk kondom. Faktanya, beda brand kondom lateksnya bisa jadi lain pula kandungan proteinnya (bahan yang biasanya membuat seseorang alergi terhadap lateks). Namun, ada pula beberapa orang yang memang alergi terhadap bahan lateks itu sendiri.
  • Ganti kondom lateks dengan kondom yang terbuat dari polyurethane. Tak hanya bebas lateks, kondom ini juga masih dapat mencegah penularan PMS. Bahkan berita baiknya, Anda bisa menggunakan pelumas berbahan dasar minyak saat menggunakan kondom dari bahan ini. Akan tetapi, ada kekurangan dari kondom polyurethane yaitu harganya lebih mahal, dan juga lebih mudah robek. Kebanyakan kondom wanita dibuat dari bahan ini. Kalau Anda tak nyaman memakai kondom pria, maka siapa tahu kondom wanita bisa jadi alternatifnya.
  • Gunakan kondom polyisoprene yang terbuat dari lateks sintetik sehingga risiko alergi lebih rendah. Bagi beberapa orang, bahan ini dirasa lebih baik ketimbang polyurethane karena sensasinya mirip kondom lateks.

Baca juga:Serba-Serbi Kondom Lateks, Jenis Kondom Terpopuler
Mengingat Indonesia termasuk negara ke-2 terbesar se-Asia (setelah India) dalam hal infeksi HIV, ada baiknya untuk sangat berhati-hati saat berhubungan intim. Hindari seks bebas! Dan karena peran kondom bukan lagi sekedar mencegah kehamilan, tapi juga sudah bertambah sebagai pencegah penularan PMS, maka jangan salah paham kalau pasangan minta pakai kondom.
Kiranya tips memakai kondom yang kami sampaikan tadi bisa memberikan solusi, sehingga hubungan Anda dan pasangan tetap hot dan harmonis.

Comments are closed.