Ternyata, Begini Lho Cara Pakai Kondom yang Benar!

Cara pakai kondom yang tepat dapat menghindarkan seseorang tertular penyakit menular seksual. Lantas, bagaimana sih cara memakai kondom yang benar itu?
cara pakai kondom
ALASAN utama mengapa kondom gagal mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS) atau kehamilan adalah karena pemakaiannya keliru atau tidak konsisten. Jadi tak melulu karena kualitas produknya jelek. Yang dimaksud konsisten di sini adalah kondom tersebut selalu dipakai setiap kali berhubungan intim, entah secara vaginal, oral, atau anal.
Namun kalau pasangan sudah konsisten dan tetap saja kebobolan, maka besar kemungkinan penyebabnya adalah cara pakai kondom yang salah. Untuk menghindarinya, mari kita simak bersama bagaimana cara memakai kondom yang benar itu.

1. Belilah produk kondom yang tepat

Ketahuilah kalau produsen membuat kondom dalam berbagai ukuran. Kalau ukurannya tidak pas, katakanlah kebesaran, maka kondom bisa terlepas dengan mudah. Sebaliknya, kalau kondomnya kekecilan, robek bisa terjadi.
Selain itu, belilah produk yang memang sudah mendapatkan pengakuan atau sertifikasi resmi dari pemerintah, dan pilih yang terbuat dari bahan lateks atau polyurethane. Hindari kondom dari kulit kambing, hasil modifikasi (novelty condom), atau yang telah dilumasi dengan spermisida nonoxynol-09 (bahan ini dapat membahayakan jaringan selaput di vagina dan anus).
Terakhir, pastikan pula untuk membeli lebih dari 1 buah, sekedar jaga-jaga kalau kondom yang baru dibuka robek atau rusak.
Baca juga: Ketahui Ukuran Kondom yang Pas untuk Anda

2. Simpan dengan benar

Bukan hanya cara pakai kondom saja, metode penyimpanannya juga mesti tepat. Kondom sebaiknya disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan jauh dari paparan langsung sinar matahari. Hindari menyimpannya di dekat tempat yang berpotensi kena panas atau mengalami fluktuasi suhu, misalnya seperti dashboard mobil, dompet, atau kantong belakang celana.

3. Periksa kemasan dan tanggal kadaluarsanya

Hal terpenting sebelum membayar kondom yang dibeli adalah selalu periksa tanggal kadaluarsanya. Hindari membeli kondom yang sudah kadaluarsa meskipun dibandrol dengan harga super miring.
Selain itu, periksa pula kemasannya, apakah ada tanda-tanda kerusakan atau sejenis itu. Jika nantinya kondom dibuka dan warnanya pudar, teksturnya rapuh atau lengket, maka buanglah dan gunakan yang baru.

4. Pilih pelumas yang tepat

Selalu gunakan pelumas berbahan dasar air atau silikon saja. Hindari yang terbuat dari minyak (termasuk baby oil, petroleum jelly, atau lainnya) karena bahan tersebut dapat melemahkan struktur lateks sehingga meningkatkan risiko rusak atau robek.

5. Bukalah dengan hati-hati

Saat membuka kemasan kondom, lakukan dengan hati-hati. Hindari membukanya dengan kuku atau gigi karena bila kondom sampai tergigit, maka bisa rusak. Untuk menghindari buru-buru, buka saja dulu kemasan kondomnya dan tinggalkan di meja sebelah tempat tidur.

6. Amati sisi kondom mana yang seharusnya menghadap ke atas

Pertama-tama, letakkan dulu kondomnya di ibu jari, namun jangan dibuka dulu. Periksa tepinya, jika posisi kondom tidak terbalik, maka ada semacam lingkaran di bagian pinggirnya. Namun kalau terbalik, maka tepinya akan mulus saja.
Jangan mengandalkan bagian yang menonjol (reservoir/ tempat penampungan sperma) karena bisa saja terbalik. Bila posisi kondom sudah benar, maka akan bisa digulirkan dengan mudah menjauhi reservoirnya.
Baca juga: 5 Tipe Kondom Unik yang Perlu Anda Coba

7. Lumasi dulu bagian dalam kondomnya

Kadangkala akan lebih mudah untuk membuka gulungan kondom, kalau sebelumnya Anda meneteskan pelumas ke bagian dalam reservoirnya. Namun jangan memakai pelumas terlalu banyak sehingga memenuhi reservoir.
Ini mengakibatkan tak ada ruang lagi untuk menampung sperma, sehingga dapat mengenai sisi-sisi kondom selama ejakulasi berlangsung.

8. Pastikan kalau Mr.P sedang ereksi

Jika tidak benar-benar ereksi, maka ada kemungkinan kondom bisa terselip lepas setelah dipasang. Kalaupun ereksinya datang dan pergi (jarang terjadi), maka pasang cock ring di pangkal penis agar ereksinya lebih lama.

9. Jepit ujung reservoir ketika menggulirkan kondom

Menjepit ujung reservoir saat memasang kondom dapat menghindarkan udara masuk sehingga sperma takkan terbuang di sisi kondom melainkan ke reservoirnya. Kondom juga seharusnya terpasang dengan mudah di batang penis. Kalau tidak, maka bisa jadi kondom tersebut terbalik. Jadi, lebih baik coba lagi dengan kondom baru.
Begitu sudah terpasang, keluarkan sisa udara yang mungkin terperangkap di sisi penis. Dan jangan sekali-kali menggunakan 2 kondom sekaligus karena gesekan bahan dapat membuatnya terselip atau rusak.

10. Ya, saatnya melumasi lagi

Fungsi pelumas yang dibubuhkan di kondom atau penis adalah untuk mengurangi gesekan selama intercourse. Dengan begitu, risiko kondom robek jadi lebih kecil.
Namun ingat, jangan berlebihan saat memakai pelumas karena dapat membuat penis terlalu licin sehingga kondom bisa terlepas dengan mudah.

11. Ganti kondom sebelum lanjut ronde berikutnya

Entah sedang break sejenak, atau ganti posisi dari anal ke vaginal, maka tak ada salahnya untuk mengganti kondom dengan yang baru. Alasannya adalah karena pindah posisi dari anal ke vagina bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri (bakteri dari dubur yang menempel di kondom bisa masuk vagina).

12. Lepas kondom dengan hati-hati usai ejakulasi

Setelah ejakulasi, tarik penis dari dalam vagina, lalu lepas kondomnya segera. Jangan biarkan penis terlalu lama dalam vagina atau anus karena risiko kondom terlepas sangat tinggi.
Saat melepas kondomnya, tahan bagian bawahnya dengan 1 tangan. Jangan meremas bagian ujung reservoirnya karena itu dapat membuat sperma tumpah keluar. Setelah itu, baru ikat bagian atas kondom, lalu bungkus dengan tisu dan buang ke tempat sampah. Hindari membuang kondom ke dalam toilet karena bisa bikin saluran buntu.
Ya itulah tadi beberapa tahapan cara pakai kondom yang benar. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *