Waspadai Bahaya Spermisida sebagai Alat Kontrasepsi

Banyak yang berpikir kalau semakin banyak spermisidanya, maka itu semakin baik. Padahal kelebihan spermisida dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular seksual (PMS).

spermisida

SEBENARNYA apa itu spermisida? Spermisida merupakan semua senyawa yang dapat membunuh sperma. Sebagian besar alat kontrasepsi yang aman mengandung spermisida, misalnya yang berbentuk foam/busa, krim, obat masuk (suppostoria), dan selaput. Lebih dari itu, spermisida diperlukan agar jenis kontrasepsi seperti diafragma dan cervical cap bisa efektif.

Apa itu N-9?

Kebanyakan spermisida yang ada saat ini mengandung nonoxnol-9 (N-9). Apa itu N-9? Pada dasarnya, N-9 merupakan jenis deterjen yang berpotensi merusak membran luar sperma dan sel-sel lainnya. Hasil uji lab menyatakan N-9 cukup efektif membunuh berbagai patogen penyebab penyakit menular seksual, termasuk HIV, herpes, klamidia, dan gonore.

Jenis spermisida lain yang mengandung oxtoxynol-9 juga merupakan deterjen. Produk ini memuat kandungan serupa dengan N-9.

Efek samping N-9

Jika digunakan dalam dosis tinggi, atau terlalu sering, N-9 dapat menimbulkan 2 jenis kerusakan terhadap epitel vagina (sel kulit yang melapisi vagina). Akibatnya, vagina dan serviks berpotensi mengalami radang. Selain itu, N-9 juga dapat merusak lapisan sel-sel. Kedua kondisi inilah yang membuat wanita rawan terkena (sekaligus menyebarkan) infeksi PMS.

Keseringan memakai N-9 juga meningkatkan risiko HIV, herpes, dan PMS lain. Hasil studi yang dilakukan terhadap tikus bahkan menunjukkan kalau penggunaan 1 dosis N-9 saja mampu meningkatkan risiko infeksi herpes.

Cara meminimalisir efek buruk N-9

Dari sekian banyak orang, mungkin mereka yang aktif berhubungan intim dan rawan terkena infeksi PMS-lah yang harus khawatir soal efek samping N-9. Untuk itu, simak solusi berikut ini:

  • Kombinasikan kondom (pilih yang tanpa pelumas) dengan pelumas Anda sendiri yang tidak mengandung N-9 atau spermisida lainnya. Alat kontrasepsi yang aman semacam ini penting khususnya jika pasangan melakukan hubungan intim lebih dari 1-2 kali dalam sehari. Pelumas memang komponen penting untuk alat kontrasepsi, jadi pilihlah yang terbaik.
  • Konsultasikan pada dokter tentang alternatif alat kontrasepsi lainnya jika memakai diafragma, cervical cap, atau kontrasepsi spons, dan Anda berisiko tertular infeksi PMS.

Be the first to write a comment.

Your feedback

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan